bisnis

Trump minta kepada Raja Salman agar IPO Aramco dilakukan di Bursa New York

"Jadi saya ingin mereka mempertimbangkan NYSE (Bursa Saham New York) atau NASDAQ."

06 November 2017 06:31

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tiba di Jepang kemarin, bilang dirinya telah berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz agar IPO (penjualan saham perdana) perusahaan minyak dan gas Saudi Aramco dilakukan di bursa saham di Amerika.

Keterangan itu dia sampaikan di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam penerbangan menuju Jepang.

Trump menjelaskan dirinya mengetahui Arab Saudi tengah mempertimbangkan buat melakoni IPO Aramco di bursa saham domestik, London, dan lainnya. "Mereka itu memiliki pasar saham lebih kecil," katanya. "Jadi saya ingin mereka mempertimbangkan NYSE (Bursa Saham New York) atau NASDAQ."

Melalui Twitter sebelumnya, Trump mendesak Arab Saudi melakukan IPO Aramco di NYSE.

Para pejabat Arab Saudi sudah menyatakan IPO Aramco sebesar lima persen saham akan dilakukan di semester kedua 2018. IPO ini bakal dilakoni di Tadawul dan satu atau dua bursa internasional.

IPO Aramco ini akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah lantaran diyakini bisa meraup dana sekitar US$ 100 miliar.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan bikin pompa bensin

Aramco membatalkan rencana IPO sebesar lima persen, tadinya dijadwalkan di semester kedua tahun ini.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Aramco batalkan rencana IPO

Pangeran Muhammad menjelaskan IPO itu tadinya direncanakan pada semester kedua tahun ini.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR