bisnis

Para konglomerat Arab Saudi panik, mulai pindahkan aset ke luar negeri

Sudah lebih dari 1.700 rekening dibekukan senilai US$ 800 miliar.

11 November 2017 08:15

Para konglomerat di Arab Saudi mulai panik dan memindahkan aset-aset mereka ke luar negeri, bahkan di luar kawasan Arab Teluk, lantaran khawatir dengan kampanye antikorupsi tengah dilakoni Ketua Pemberantasan Korupsi sekaligus Putera Mahkta Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Sejumlah sumber mengungkapkan orang-orang Arab supertajir di negara Kabah itu sedang membahas dengan bank-bank, manajer pengelolaan aset, dan para penasihat untuk mencoba memindahkan dana tunai dan duit perusahaan mereka keluar dari Arab Saudi dan kawasan Arab Teluk. Mereka cemas rekening dan aset mereka bisa dibekukan lantaran penangkapan besar-besaran masih berlangsung.

Negara Kabah itu sejak Sabtu malam pekan lalu mulai menangkapi kaum elite di Arab Saudi atas tudingan korupsi. Mereka yang ditangkap adalah pangeran, pejabat, dan para konglomerat.

Sejauh ini, menurut Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mujib, jumlah ditahan sebanyak 201 orang setelah tujuh orang dibebaskan tanpa dakwaan. Sudah lebih dari 1.700 rekening dibekukan dengan nilai sekitar US$ 800 miliar.

Pengejaran rekening dan aset dari para tersangka rasuah juga dilakukan hingga ke negara tetangga. Bank sentral Uni Emirat Arab Kamis lalu meminta semua lembaga keuangan di sana memberikan informasi mengenai nomor rekening, deposit, investasi, instrumen keuangan, fasilitas kredit, kota deposit, atau transfer keuangan terkait dengan 19 warga Arab Saudi sudah ditahan di negara asal mereka.

Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Middle East Monitor)

Bin Salman kembali rampas dan bekukan properti milik pangeran dan pengusaha

Mereka yang menjadi korban termasuk Pangeran Badr bin Abdul Aziz, adik dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Para pangeran senior Saudi kecewa dengan kepemimpinan Bin Salman

Konflik internal dalam keluarga Bani Saud meletup setelah Raja Salman mengangkat Bin Salman sebagai wakil putera mahkota pada April 2015.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Arab Saudi segera adili lagi ulama-ulama pengkritik Bin Salman

Dalam sidang sebelumnya,jaksa telah menuntut hukuman mati terhadap Syekh Salman, Syekh Awad, dan Syekh Ali al-Umari.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.





comments powered by Disqus