bisnis

Inggris akan beri jaminan kredit US$ 2 miliar kepada Saudi Aramco

Inggris bantah pemberian pinjaman itu sebagai upaya untuk membujuk Aramco melakukan IPO di Bursa London.

11 November 2017 11:06

Inggris bakal memberikan jaminan kredit senilai US$ 2 miliar kepada Saudi Aramco sehingga bisa membeli barang dan layanan di Inggris lebih mudah, namun negara Tiga Singa itu membantah pinjaman tersebut bagian dari upaya agar Aramco melakukan IPO (penjualan saham perdana di LSE (Bursa Saham London).

Kesepakatan pemberian pinjaman ini muncul saat Bursa London, dengan sokongan Perdana Menteri Inggris Theresa May, bersaing untuk menjadi tempat IPO Aramco.
"Ini mendukung ekspor Inggris sebagai bagian dari proyek-proyek patungan dengan Aramco," kata pemerintah Inggris melalui keterangan tertulis Kamis lalu.

Para pejabat Arab Saudi bilang bursa domestik (Tadawul) dan beberapa bursa internasional, termasuk New York, London, Tokyo, dan Hong Kong, menjadi pertimbangan bagi Aramco untuk melakukan IPO.

Presiden Amerika Serikat Donad Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe terang-terangan meminta kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz supaya IPO Aramco dilakukan di negara mereka.

Putera Mahkota Arab Saudi akhir bulan lalu memastikan IPO Aramco akan dilakoni sesuai rencana, yakni di paruh kedua 2018.

IPO Aramco sebesar lima persen itu diyakini bakal menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dan dapat meraup dana sekitar US$ 100 miliar.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan bikin pompa bensin

Aramco membatalkan rencana IPO sebesar lima persen, tadinya dijadwalkan di semester kedua tahun ini.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Aramco batalkan rencana IPO

Pangeran Muhammad menjelaskan IPO itu tadinya direncanakan pada semester kedua tahun ini.





comments powered by Disqus