bisnis

Pengadilan Jerman izinkan Kuwait Airways tolak penumpang Israel

Undang-undang disahkan pada 1964, melarang warga negara Kuwait berurusan dengan warga Israel.

17 November 2017 22:04

Pengadilan di Kota Frankfurt, Jerman, membela hak Kuwait Airways untuk menolak mengangkut penumpang Israel di semua rute penerbangan mereka.

Pengadilan itu menolak klaim diskriminasi diajukan seorang warga negara Israel, setelah tahun lalu Kuwait Airways menolak dirinya ikut dalam penerbangan dari Frankfurt menuju Bangkok. Padahal orang Israel tersebut memiliki tiket sah.

Maskapai milik pemerintah Kuwait itu mendasarkan penolakannya pada sebuah undang-undang disahkan pada 1964, melarang warga negara Kuwait berurusan dengan warga Israel. Kuwait sudah menawarkan kepada penumpang Israel itu tiket maskapai lain dengan rute serupa.

Pengadilan Frankfurt menyatakan tidak masuk akal bagi Kuwait Airways menaati ketentuan tertuang dalam tiket tapi melanggar hukum di negaranya aendiri, sehingga bisa diadili.

Pengadilan juga menolak permintaan kompensasi diajukan penumpang Israel tersebut.  

Pengadilan Frankfurt menekankan hukum antidiskriminasi di Jerman berlaku hanya pada latar belakang ras, etnis, dan agama, bukan berdasarkan kewarganegaraan. 

Nathan Gelbart, anggota tim kuasa hukum dari penumpang Israel, menilai keputusan pengadilan Frankfurt itu memalukan bagi demokrasi dan Jerman. "Kami menolak vonis itu dan akan mengajukan banding," katanya.

 

Situasi di sekitar lokasi tawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, 16 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi larang buruh bekerja saat siang

Teriknya surya membikin tiupan angin di sekitar lokasi tawaf membawa hawa panas terasa di wajah.

Ketua Asosiasi Wisata dan Agen Perjalanan Israel Hanny Sobol. (Albalad.co/Istimewa)

Agen wisata Israel rugi US$ 2-3 juta karena ada larangan

Hubungan wisata telah meningkatkan relasi antar warga Indonesia dan Israel.

Pesawat milik maskapai Iran Air di Bandar Udara Internasional Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Iran, 6 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Boeing tidak akan kirim 110 pesawat pesanan Iran

Nilainya sekitar US$ 20 miliar.

Gedung ADIA (Otoritas Investasi Abu Dhabi) di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

ADIA investor real estate terbesar sejagat

ADIA berhasil mengangkangi ABP dari Belanda (nilai aset US$ 48,1 miliar) dan Allianz asal Jerman (US$ 41,8 miliar).





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi larang buruh bekerja saat siang

Teriknya surya membikin tiupan angin di sekitar lokasi tawaf membawa hawa panas terasa di wajah.

17 Juni 2018

TERSOHOR