bisnis

Saudi akan berlakukan VAT atas bensin mulai 2018

Arab Saudi berencana menerapkan VAT atas layanan transportasi lokal dan layanan administrasi di bank.

19 November 2017 18:54

The Saudi General Authority for Zakat and Income (GAZI) bilang bakal menerapkan VAT (pajak pertambahan nilai) sebesar lima persen atas bensin mulai Januari tahun depan.

GAZI mengumumkan hal itu melalui akun Twitter resminya sebagai jawaban terhadap pertanyaan seorang warga negara Arab Saudi.

Pemerintah Saudi baru-baru ini mengatakan akan memberlakukan VAT atas layanan transportasi lokal dan layanan administrasi di bank. Namun VAT tidak akan diterapkan terhadap penerbangan internasional, barang-barang diekspor dari negara-negara non-Arab Teluk, serta daftar obat dan peralatan medis dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan badan pengawas obat dan makanan.

Menjual atau menyewakan rumah tinggal pribadi untuk dipakai oleh pemilik atau kerabta dekat juga dikecualikan dari VAT.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab bakal menjadi negara Arab Teluk pertama memberlakukan VAT mulai Januari 2018. VAT merupakan salah satu upaya mencari sumber pendapatan negara setelah mengalami defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit Arab Saudi turun 60 persen dalam sembilan bulan

Total pendapatan negara diperoleh hingga akhir kuartal ketiga tahun ini sebanyak 663,113 miliar riyal, tumbuh 47 persen ketimbang kuartal serupa tahun lalu.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi diprediksi alami defisit 4,6 persen dari PDB

Secara empat tahun belakangan, 2015-2018, Arab Saudi mengalami defisit US$ 260 miliar.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.





comments powered by Disqus