bisnis

Majelis Syura Arab Saudi sahkan beleid kepailitan

Saudi menganggarkan US$ 19,2 miliar untuk pembangunan sektor swasta tahun depan.

15 Desember 2017 14:32

Majelis Syura Arab Saudi telah mengesahkan undang-undang tentang kepailitan.

Beleid ini bakal berlaku bagi siapa saja melakukan bisnis di negara Kabah itu, termasuk perusahaan, lembaga, dan investor-investor non-Saudi. Namun tidak disebutkan kapan undang-undang kepailitan itu mulai berlaku di Saudi.

Dalam wawancara khusus dengan Al-Arabiya September lalu, Menteri Perdagangan dan Investasi Arab Saudi Majid al-Qusaibi bilang akta kepailitan mungkin akan diberlakukan di kuartal pertama 2018.

IMF (Dana Moneter Internasional) Mei lalu menyebutkan undang-undang kepailitan merupakan bagian dari upaya Saudi untuk meningkatkan pertumbuhan sektor swasta.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz kemarin mengumumkan rencana alokasi anggaran tahun depan sebesar US$ 19,2 miliar, juga untuk mendongkrak sektor swasta. Dana ini akan dipakai untuk menyokong pembangunan perumahan dan membebaskan beragam biaya bagi usaha kecil.

Perusahaan minyak asing beroperasi di Irak. (Al-Jazeera)

Irak bisa jadi pemasok minyak terbesar ketiga di dunia pada 2030

Kapasitas produksi minyak Irak saat ini sebesar 4,6 juta barel per hari.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.





comments powered by Disqus