bisnis

Qatar diprediksi defisit lebih dari US$ 7 miliar pada 2018

Setelah 15 tahun mengalami surplus, Qatar untuk pertama kali mendapat defisit tahun lalu senilai US$ 12 miliar.

19 Desember 2017 06:52

Kementerian Keuangan Qatar mengakui negaranya memprediksi negara Arab supertajir ini mengalami defisit US$ 7,7 miliar tahun depan.

Defisit itu bakal diperoleh lantaran Kementerian Keuangan memproyeksikan belanja Qatar pada 2018 mencapai US$ 55,4 miliar, sedangkan pendapatan negara hanya US$ 47,7 miliar. Kementerian Keuangan sudah memperkirakan defisit tahun ini sebesar US$ 7,8 miliar.

Melalui keterangan tertulis, Kementerian keuangan Qatar juga menyebutkan defisit itu didapat dengan asumsi harga minyak mentah global US$ 45 per barel, seperti tahun ini.

Setelah 15 tahun mengalami surplus, Qatar untuk pertama kali mendapat defisit tahun lalu senilai US$ 12 miliar.

Kementerian Keuangan Qatar bilang belanja untuk proyek Piala Dunia 2022 tahun depan sebesar US$ 3 miliar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Penurunan cadangan devisa Saudi tercepat dalam 19 tahun

Saudi memproyeksikan defisit US$ 50 miliar tahun ini atau 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi ketimbang defisit tahun lalu sebesar US$ 35 miliar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.





comments powered by Disqus