bisnis

Arab Saudi umumkan anggaran belanja terbesar sepanjang sejarah

Defisit Saudi tahun ini sebesar 8,9 persen dari produk domestik bruto.

19 Desember 2017 22:58

Raja Salman bin Abdul Aziz hari ini mengumumkan anggaran belanja terbesar sepanjang sejarah Arab Saudi.

Raja Salman bilang anggaran belanja untuk tahun depan itu sebesar 978 miliar riyal (US$ 260,8 miliar). Alokasi anggaran belanja ini lebih besar ketimbang tahun lalu, yakni 890 miliar riyal.

Dia menjelaskan negara Kabah itu tahun ini mengalami defisit 195 miliar riyal (8,9 persen dari produk domestik bruto), dibanding 198 miliar riyal (12,8 persen) tahun lalu.

Pada kesempatan itu, Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengatakan peningkatan standar hidup warga negara dan diversifikasi ekonomi merupakan tujuan utama pembangunan Saudi. "Kami ingin mengurangi defisit tahun depan menjadi di bawah delapan persen dari produk domestik bruto meski anggaran diperbesar," katanya.

IMF (Dana Moneter Internasional) telah memprediksi Saudi mengalami defisit selama 2015-2020 akibat anjloknya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus