bisnis

Arab Saudi akan bebas dari defisit pada 2023

prediksi defisit tahun depan sebesar 195 miliar riyal (US$ 52 miliar),

20 Desember 2017 06:47

Arab Saudi memprediksi bakal bebas dari defisit pada 2023, molor dari perkiraan sebelumnya di 2020.

Negara Kabah ini mengalami defisit sejak anjloknya harga minyak mentah global pada pertengahan 2014. IMF (Dana Moneter Internasional) memproyeksikan Saudi akan mengalami defisit selama 2015-2020.

Menurut Kementerian Keuangan Arab Saudi, anggaran pada 2023 akan memproyeksikan belanja negara sebesar 1.134 miliar riyal dengan pendapatan senilai 1.138 miliar riyal. Jadi di tahun itu, negeri Dua Kota Suci ini bakal menikmati surplus empat miliar riyal.

Saat mengumumkan anggaran 2018, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menjelaskan prediksi defisit tahun depan sebesar 195 miliar riyal (US$ 52 miliar), lebih rendah ketimbang defisit senilai 230 miliar riyal.

Untuk mengatasi defisit, Saudi mulai mencabut subsidi atas tarif listrik dan bahan bakar kendaraan bermotor. Negara ini juga mulai memberlakukan sejumlah pajak, termasuk VAT (pajak pertambahan nilai) diberlakukan awal tahun depan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Penurunan cadangan devisa Saudi tercepat dalam 19 tahun

Saudi memproyeksikan defisit US$ 50 miliar tahun ini atau 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi ketimbang defisit tahun lalu sebesar US$ 35 miliar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.





comments powered by Disqus