bisnis

Arab Saudi dan UEA berlakukan VAT mulai hari ini

UEA diperkirakan bisa meraup pendapatan sekitar 12 miliar dirham (US$ 3,3 miliar) di tahun pertama penerapan VAT.

01 Januari 2018 16:24

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai) mulai hari ini. Inilah kali pertama kedua negara itu menerapkan VAT.

Sejatinya, enam negara Arab Teluk tergabung dalam GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) - Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman - tahun lalu sudah menyepakati pemberlakuan VAT seragam sebesar lima persen. Mereka setuju bakal memberlakukan VAT mulai 1 januari 2018, namun ternyata baru Saudi dan UEA siap melaksanakan kesepakatan ini.

VAT ini merupakan bagian dari upaya keenam negara Arab Teluk tersebut untuk mengatasi defisit, akibat melortnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

UEA diperkirakan bisa meraup pendapatan sekitar 12 miliar dirham (US$ 3,3 miliar) di tahun pertama penerapan VAT.

Perusahaan minyak asing beroperasi di Irak. (Al-Jazeera)

Irak bisa jadi pemasok minyak terbesar ketiga di dunia pada 2030

Kapasitas produksi minyak Irak saat ini sebesar 4,6 juta barel per hari.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Uni Emirat Arab menerapkan VAT lima persen di UEA terhadap barang dibeli lewat online. (Al-Arabiya/Supplied)

Belanja daring di UEA kena VAT

GCC tahun lalu telah menyepakati pemberlakukan VAT lima persen mulai 1 Januari tahun ini, namun baru Saudi dan UEA telah melaksanakan kesepakatan tersebut.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi bisa raup lebih dari US$ 9 miliar dari VAT

Selama 2014-2017, Saudi mengalami defisit US$ 260 miliar.





comments powered by Disqus