bisnis

Qatar akan izinkan seratus persen investasi asing

Undang-undang baru itu bakal mengizinkan pemodal asing berinvestasi di perbankan dan perusahaan asuransi atas persetujuan kabinet.

05 Januari 2018 06:30

Kabinet Qatar Rabu lalu menyetujui sebuah rancangan undang-undang bakal mengizinkan seratus persen investasi asing di negara Arab supertajir itu.

Draf beleid ini masih harus mendapat pengesahan dari Majelis Syura. Akta itu nantinya akan menggantikan Undang-undang nomor 13 tahun 2000 tentang investasi asing di Qatar.

Menteri Perekonomian dan Perdagangan Qatar Syekh Ahmad bin Jasim bin Muhammad ats-Tsani bilang seratus persen investasi asing itu bakal berlaku di semua sektor ekonomi. Dia menambahkan rancangan undang-undang tersebut untuk memajukan perekonomian Qatar dan menambah kepercayaan pemodal asing terhadap negara Arab Teluk ini.

Beleid itu juga bertujuan menaikkan pajak pendapatan perusahaan, melindungi investor lokal dan luar negeri, serta meningkatkan status Qatar di beragam indikator ekonomi global.

Undang-undang baru itu bakal mengizinkan pemodal asing berinvestasi di perbankan dan perusahaan asuransi atas persetujuan kabinet. Namun mereka tidak bisa membeli perusahaan-perusahaan dagang dan properti.

Meski begitu, Qatar bakal membolehkan investor luar negeri menyewa lahan untuk menyiapkan pabrik mereka. Para pemodal asing ini juga diizinkan mengimpor apa saja untuk keperluan operasi dan perluasan usaha mereka di Qatar.

Investor asing juga akan dibebaskan dari bea masuk mesin dan peralatan mereka perlukan dalam pembangunan proyek. 

 

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Harga sahamnya terus meroket, valuasi Aramco sempat tembus US$ 2 triliun

Aramco menjanjikan pembagian dividen untuk para investor paling sedikit US$ 75 miliar per tahun hingga 2024.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Banjir peminat, nilai tawaran atas saham Aramco sudah capai angka Rp 624 triliun

IPO Aramco akan dilakukan pada 11 Desember di Bursa Saham Saudi (Tadawul).





comments powered by Disqus