bisnis

Tunisia izinkan Emirates beroperasi lagi

Tunisia menghentikan semua penerbangan maskapai asal Kota Dubai tersebut sehari sebelum Natal bulan lalu

07 Januari 2018 19:17

Kementerian Transportasi Tunisia Kamis lalu mengumumkan Emirates Airlines bisa beroperasi kembali di negara Arab maghribi itu.

Tunisia menghentikan semua penerbangan maskapai asal Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), tersebut sehari sebelum Natal bulan lalu, setelah Emirates membatasi atau memperketat pengecekan terhadap penumpang kaum hawa dari Tunisia. 

Emirates memberitahu pemerintah Tunisia, pengetatan pemeriksaan lantaran ada kecurigaan perempuan Tunisia atau kaum hawa berpaspor negara ini berencana melakukan serangan teror. 

Perlakuan ini memicu kemarahan rakyat Tunisia. Mereka menuding UEA berlaku diskriminatif terhadap perempuan Tunisia.

Kementerian Transportasi Tunisia menyebutkan izin diberikan setelah UEA mencabut pengetatan pemeriksaan terhadap perempuan Tunisia. 

Penandatanganan nota kesepahaman soal pembelian 36 pesawat A380 antara Emirates Airline dan Airbus pada 18 Januari 2018 di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/@emirates)

Emirates pesan 36 A380 seharga US$ 16 miliar

"Jujur saja, kalau kami tidak mencapai kesepakatan dengan Emirates, tidak ada pilihan selain menghentikan produksi A380," ujar Leahy.

Pesawat Emirates Airline. (Twitter)

Emirates pesan 40 Boeing 787 Dreamliners seharga US$ 15,1 miliar

Emirates merupakan maskapai memiliki Airbus A380 dan Boeing 777 terbanyak di dunia.

Pesawat  Airbus A380 keseratus diterima Emirates Airline awal November 2017. (Dubai Media Office)

Emirates gelontorkan US$ 1 miliar setahun buat seratus juta makanan

Emirates pekan lalu menerima pesanan pesawat A380 keseratus.

Ruang kabin penumpang pesawat Airbus A380 milik Emirates Airline. (Arabian Business)

Emirates akan terima A380 keseratus bulan depan

Maskapai melayani penerbangan ke 140 kota di 81 negara itu dibentuk pada 1985. Emirates sekarang mempunyai 239 pesawat.





comments powered by Disqus