bisnis

Tunisia izinkan Emirates beroperasi lagi

Tunisia menghentikan semua penerbangan maskapai asal Kota Dubai tersebut sehari sebelum Natal bulan lalu

07 Januari 2018 19:17

Kementerian Transportasi Tunisia Kamis lalu mengumumkan Emirates Airlines bisa beroperasi kembali di negara Arab maghribi itu.

Tunisia menghentikan semua penerbangan maskapai asal Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), tersebut sehari sebelum Natal bulan lalu, setelah Emirates membatasi atau memperketat pengecekan terhadap penumpang kaum hawa dari Tunisia. 

Emirates memberitahu pemerintah Tunisia, pengetatan pemeriksaan lantaran ada kecurigaan perempuan Tunisia atau kaum hawa berpaspor negara ini berencana melakukan serangan teror. 

Perlakuan ini memicu kemarahan rakyat Tunisia. Mereka menuding UEA berlaku diskriminatif terhadap perempuan Tunisia.

Kementerian Transportasi Tunisia menyebutkan izin diberikan setelah UEA mencabut pengetatan pemeriksaan terhadap perempuan Tunisia. 

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Jumlah karyawan Emirates dipecat bisa bertambah menjadi sembilan ribu orang

Maskapai asal Dubai ini sudah memberhentikan enam ribu staf sejak muncul pandemi Covid-19 Maret lalu.

Pramugari Emirates Airline. (@emirates/Twitter)

Emirates sudah kembalikan uang tiket calon penumpang sebesar Rp 7,2 triliun

Masih ada lebih dari setengah juta calon penumpang Emirates minta dikembalikan duit tiketnya.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates berhentikan lagi staf dan pilotnya

Di awal bulan lalu, Emirates dikabarkan memecat lebih dari seribu pekerjanya, termasuk 700 awak kabin dan 600 pilot.





comments powered by Disqus