bisnis

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.

14 Januari 2018 04:27

Pemerintah Arab Saudi telah mengambil alih manajemen sekaligus aset milik Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi swasta terbesar milik keluarga besar Bin Ladin.

Pengambilalihan Binladin Group ini, menurut sumber Albalad.co dekat dengan keluarga kerajaan, dilakukan setelah Chairman Binladin Group Abu Bakar Bin Ladin, menolak menyerahkan hartanya sebagai syarat pembebasan.

Abu Bakar Bin Ladin bareng ratusan pangeran, konglomerat dan pejabat lainnya ditangkap November tahun lalu atas tuduhan rasuah. Penangkapan besar-besaran ini dilakoni atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Abu Bakar Bin Ladin dan 60 tahanan korupsi lainnya di Hotel Ritz Carlton, Riyadh, termasuk pemilik Kingdom Holding Commpany Pangeran Al-Walid bin Talal, pekan ini dipindah ke Penjara Hair, penjara superketat dihuni tahanan terorisme dan para pembangkang rezim Bani Saud.

"Pemerintah Arab Saudi telah mengambil alih manajemen dan aset Binladin Group," kata sumber Albalad.co itu kemarin. Dia menambahkan Pangeran Muhammad bin Salman sudah membentuk sebuah komisi beranggotakan lima orang: dua dari keluarga Bin Ladin dan tiga lagi adalah pengusaha industri, termasuk Khalid Nahas, anggota direksi Sabic, perusahaan petrokimia raksasa, dan Abdurrahman al-Harkan, man CEO perusahaan konstruksi Dar al-Arkan.

Sumber ini mengungkapkan pemerintah Arab Saudi juga masih berutang kepada Binladin Group.

Seorang sumber bilang kepada the Wall Street Journal, pemerintah Saudi telahmengambil alih manajemen Binladin Group. "Sejauh ini belum mengambil alih kepemilikan, peluang itu kemungkinan besar terjadi cepat atau lambat," ujarnya.

Seorang anggota keluarga Bin Ladin mengatakan penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut. "Ini adalah perampasan harta orang lain," ucapnya.

Sejak Arab Saudi berdiri pada 1932, Binladin Group merupakan perusahaan konstruksi langganan pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek raksasa, termasuk perluasan Masjid Al-Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah.    

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat menyampaikan strategi baru PIF (Dana Investasi Pemerintah) untuk periode 2021-2025. . (Saudi Gazette)

Bin Salman janjikan anggaran pembangunan ekonomi Rp 563 triliun per tahun

Bin Salman memperkirakan aset PIF akan mencapai Rp 28.172,6 triliun pada 2030.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Kabinet Arab Saudi setuju libatkan perusahaan Israel dalam proyek Neom

Check Point merupakan perusahaan teknologi informasi mutakhir berkantor pusat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bani Saud keluarga paling tajir keempat sejagat

Bani Saud, terdiri dari 15 ribu anggota mulai bayi hingga lanjut usia, menguasai kekayaan berjumlah Rp 1.422,3 triliun.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Binladin Group akan restrukturisasi utang sebesar Rp 287-430,5 triliun

Binladin Group telah berubah nama menjadi Binladin Group Global Holding setelah 36,22 persen sahamnya diambil alih oleh Istidama, anak usaha dari Kementerian Keuangan Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Mesir berencana buka penerbangan langsung ke Tel Aviv

Selama beberapa dasawarsa terakhir, rute ke Israel dioperasikan oleh Air Sinai dengan syarat tidak boleh ada bendera Mesir di tubuh pesawat. 

05 Maret 2021

TERSOHOR