bisnis

Irak hampir dekati kapasitas produksi minyak lima juta barel per hari

Luaibi menilai kesepakatan pembatasan produksi minyak antara OPEC dan non-OPEC mesti dilanjutkan.

14 Januari 2018 13:55

Menteri Perminyakan Irak Jabar al-Luaibi kemarin bilang produksi minyak negaranya saat ini mencapai 4,3 juta barel per hari atau hampir mendekati kapasitas produksi maksimal sebanyak lima juta barel per hari.

Dia menambahkan pihaknya berencana mengakhiri tiga kontrak dengan perusahaan gas internasional pada pertengahan tahun ini untuk memanfaatkan gas dari provinsi Basrah, Maisan, dan Nasiriyah. Dia bilang Irak akan mengakhiri pembakarn gas pada 2021.

Irak sekarang hanya memiliki satu perusahaan pemrosesan gas, the Basrah Gas Company, merupakan perusahaan patungan antara South Gas Company dengan Shell dan Mitsubishi.

Produsen OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) terbesar kedua setelah Arab Saudi ini ingin meningkatkan pendapatan dari minyak dan gas. Sektor ini berkontribusi terhadap seluruh anggaran negara.  

Luaibi menilai kesepakatan pembatasan produksi minyak antara OPEC dan non-OPEC mesti dilanjutkan. Perjanjian dicapai pada Januari tahun lalu itu akan selesai akhir tahun ini.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Perusahaan minyak asing beroperasi di Irak. (Al-Jazeera)

Irak bisa jadi pemasok minyak terbesar ketiga di dunia pada 2030

Kapasitas produksi minyak Irak saat ini sebesar 4,6 juta barel per hari.

Ladang minyak di Kirkuk, utara Irak. (Rudaw)

Irak tahun depan alokasikan 67 persen penjualan minyaknya ke Asia

Saat ini 60 persen dari ekspor minyak Irak ke Asia.

Perusahaan minyak asing beroperasi di Irak. (Al-Jazeera)

Irak punya cadangan minyak 300 miliar barel

Irak tahun lalu menaikkan prediksi soal cadangan minyak menjadi 153 miliar barel dari estimasi sebelumnya sebesar 143 miliar barel.





comments powered by Disqus