bisnis

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

14 Januari 2018 15:08

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi, kemarin membantah berita menyebutkan perusahaan konstruksi swasta itu telah diambil alih oleh pemerintah.

Kabar ini beredar setelah Chairman Binladin group Abu Bakar Bin Ladin bareng 60 tahanan di Hotel Ritz Carlton, termasuk pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal, pekan ini dipindah ke Penjara Al-Hair, penjara superketat khusus bagi tahanan terorisme dan para pembangkang terhadap rezim Bani Saud.

Abu Bakar Bin Ladin dan ratusan pangeran, konglomerat, serta pejabat Saudi lainnya ditangkap awal November tahun lalu atas tudingan rasuah. Penangkapan besar-besaran ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Melalui keterangan tertulis, Binladin Group mengakui sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

perusahaannya sedang melakukan restrukturisasi bersama pemerintah. proses ini dilakoni oleh sebuah komite beranggotakan lima orang: Khalid Nahas, anggota direksi Sabic, perusahaan petrokimia raksasa, Abdurrahman al-Harkan, man CEO perusahaan konstruksi Dar al-Arkan, Khalid Muhammad al-Khowaitir, serta dua dari pihak keluarga Bin ladin, yakni Yahya Muhammad Bin ladin dan Abdullah Muhammad Bin Ladin.

Binladin group menambahkan restrukturisasi sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Perusahaan milik keluarga besar mendiang Usamah Bin ladin, pendiri jaringan Al-Qaidah, ini menjelaskan mereka masih memiliki kontrak dengan pemerintah Saudi untuk mengerjakan beragam proyek raksasa, termasuk perluasan Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi, serta rehabilitasi sumur Zamzam.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.





comments powered by Disqus