bisnis

Arab Saudi deposit US$ 2 miliar di bank sentral Yaman

Yaman tidak perlu mengembalikan deposit itu.

18 Januari 2018 11:13

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz telah memerintahkan untuk mendeposit dana US$ 2 miliar ke bank sentral Yaman kemarin, untuk membantu mengangkat nilai tukar riyal Yaman melemah. 

Langkah itu diambil setelah Selasa lalu Perdana Menteri Yaman Ahmad bin Daghr meminta bantuan internasional buat menaikkan nilai tukar riyal dan mengatasi bencana kelaparan di negara dilanda konflik bersenjata itu.

"Itu bukan pinjaman, dana tersebut adalah deposit dan pemerintah Yaman tidak perlu mengembalikan," kata seorang sumber dekat dengan pemerintah Saudi.

Perang telah meletup sejak Maret 2015 telah membelah Yaman. Pemerintahan sah berpusat di Kota Aden, selatan Yaman, sedangkan pemberontak Al-Hutiyun menguasai Ibu Kota Sanaa. 

Nilai tukar riyal Yaman terhadap dolar Amerika Serikat anjlok lebih dari setengah. Harga-harga kebutuhan pokok meroket sehingga tidak mampu dibeli banyak rakyat Yaman.

Bank sentral Yaman berkantor di Aden mesti berjuang keras untuk membayar gaji pegawai negeri.

"Menyelamatlan riyal berarti menolong rakyat Yaman dari wabah kelaparan," kata Ahmad bin Daghr.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR