bisnis

Direktur keuangan di perusahaan milik Pangeran Al-Walid berhenti

Muhammad Fakhri sudah lima tahun bekerja di Kingdom Holding Company.

19 Januari 2018 06:31

Muhammad Fakhri, Direktur Keuangan Kingdom Holding Company - perusahaan milik Pangeran Al-Walid bin Talal dan berkantor pusat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi - mengajukan pengunduran diri. Ini merupakan pengunduran diri pertama di Kingdom Holding Company sejak Pangeran Al-Walid ditahan awal November tahun allu.

Fakhri sudah bekerja di perusahaan investasi itu selama lima tahun dan diyakini merupakan orang kepercayaan Pangeran Al-Walid. Sejumlah sumber bilang Fakhri bakal berhenti akhir bulan depan.

Tidak jelas apa alasan Fakhri berhenti dari Kingdom Holding Company, namun menurut para sumber tersebut, pengunduran dirinya tidak berkaitan dengan penahanan bosnya.

Pangeran Al-Walid bareng ratusan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap dan ditahan di Hotel Ritz Carlton atas tuduhan korupsi. Penangkapan besar-besaran ini merupakan perintah dari Komisi Pemberantasan Korupsi, diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Sebagian besar tahanan telah dibebaskan karena tidak terbukti bersalah dan ada yang mau menyerahkan harta sebagai syarat pelepasan. Namun 60 tahanan tersisa, termasuk Pangeran Al-Walid, bulan ini dipindah ke Penjara Al-Hair, penjara superketat khusus tahanan terrisme dan pembangkang rezim.

Fahmi bergabung dengan Kingdom Holding pada 2013 sebagai wakil direktur keuangan. Setahun kemudian dia diangkat menjadi driektur keuangan.

Konglomerat asal Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal. (Arab News)

Pangeran Al-Walid cari pinjaman sebesar Rp 13 triliun

Konglomerat ritel fesyen, Fawaz Abdul Aziz al-Hokair - dibebaskan bareng Pangeran Al-Walid - juga mencari pinjaman senilai Rp 29,3 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid jual sahamnya di Hotel Four Seasons Damaskus

Pangeran Al-Walid menjual sahamnya di Hotel Fur Seasons Beirut senilai Rp 1,4-1,6 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal di ruang kerjanya di gedung Kingdom Tower, Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Pangeran Al-Walid kembali bekerja setelah dibebaskan dari tahanan

Tidak diketahui berapa harga dibayar Pangeran Al-Walid untuk menebus kebebasannya.

Hotel Four Seasons di Ibu Kota Beirut, Libanon. (Four Seasons Hotel Beirut)

Pangeran Al-Walid jual dua hotelnya di Beirut

Pangeran Al-Walid dibebaskan akhir pekan lalu. Dia dilarang bepergian ke luar negeri dan kini dikenai status tahanan rumah.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR