bisnis

Emirates pesan 36 A380 seharga US$ 16 miliar

"Jujur saja, kalau kami tidak mencapai kesepakatan dengan Emirates, tidak ada pilihan selain menghentikan produksi A380," ujar Leahy.

19 Januari 2018 07:50

Emirates Airline kemarin mengumumkan pembelian 36 pesawat penumpang Airbus A380. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan antara Chairman sekaligus CEO Emirates Syekh Ahmad bin Said al-Maktum dan Direktur Penjualan Airbus John Leahy.

Dari jumlah itu, sebanyak 20 pesanan berupa A380 dua dek dan 16 sisanya beragam pilihan. Pengiriman pesanan terbaru ini akan dimulai pada 2020.

Maskapai berpusat di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, ini sekarang merupakan perusahaan penerbangan memiliki A380 terbanyak sejagat. Emirates telah mempunyai 101 A380 dan sebelumnya sudah memesan 41 pesawat jenis serupa.

Syekh Ahmad al-Maktum bilang A380 disenangi para pelanggan Emirates. "Pesanan ini akan memelihara stabilitas produksi A380," katanya. "Kami tidak merahasiakan fakta A380 menjadi keberhasilan Emirates."

Dengan pesanan terbaru itu, Emirates bakal memiliki 178 A380 senilai US$ 60 miliar.

Kesepakatan pembelian 36 A380 itu tadinya dijadwalkan berlangsung saat Pameran Durgantara Dubai November tahun lalu, namun ditunda. Emirates kemudian malah meneken perjanjian untyuk membeli 40 Boeing 787 Dreamliner seharga lebih dari US$ 15 miliar.

Airbus mulai memproduksi A380 pada 2007 dengan kapasitas 853 tempat duduk. Pesawat jenis ini diklaim lebih efisien ketimbang Dreamliner dan bisa dipakai untuk rute menengah dan jauh.

Airbus Senin lalu mengatakan mungkin bakal mengkahiri produksi A380 karena sudah tidak ada pesanan jenis itu selama dua tahun terakhir. Pabriksan asal Eropa ini mengakui cuma Emirates dapat memperpanjang usia produksi A380.

"Jujur saja, kalau kami tidak mencapai kesepakatan dengan Emirates, tidak ada pilihan selain menghentikan produksi A380," ujar Leahy. Dia menambahkan Airbus membutuhkan paling tidak enam pesanan A380 per tahun agar proyek pembuatan pesawat jenis ini dapat terus berlangsung.

Dengan pemesanan terbaru ini, kata Leahy, Airbus masih dapat membuat A380 untuk satu dasawarsa mendatang.

Airbus sejauh ini sudah menyelesaikan pengiriman 222 pesanan A380 ke 13 maskapai.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Chairman Emirates bilang perlu 18 bulan bagi industri penerbangan kembali normal

Dalam tahun fiskal berakhir Maret lalu, Emirates meraup laba bersih US$ 288 juta, meningkat dari 237 juta di tahun sebelumnya.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Emirates hentikan semua penerbangan penumpang mulai 25 Maret

Tidak ada pemecatan karyawan, hanya gaji pokok dipotong untuk tiga bulan ke depan.

Pesawat Emirates Airline dan Flydubai di Bandar Udara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Tunisia izinkan Emirates beroperasi lagi

Tunisia menghentikan semua penerbangan maskapai asal Kota Dubai tersebut sehari sebelum Natal bulan lalu

Pesawat Emirates Airline. (Twitter)

Emirates pesan 40 Boeing 787 Dreamliners seharga US$ 15,1 miliar

Emirates merupakan maskapai memiliki Airbus A380 dan Boeing 777 terbanyak di dunia.





comments powered by Disqus