bisnis

Irak akan gandeng perusahaan Amerika untuk percepat produksi gas di Basrah

Ladang Nahr bin Umar, dioperasikan oleh perusahaan negara Basrah Oil, kini menghasilkan 40 ribu barel minyak sehari dan 25 ribu kaki kubik gas per hari.

22 Januari 2018 05:35

Irak hari ini dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman dengan Orion, perusahaan energi asal Amerika Serikat, untuk proyek eksploitasi gas di wilayah selatan negara itu.

Ladang Nahr bin Umar, dioperasikan oleh perusahaan negara Basrah Oil, kini menghasilkan 40 ribu barel minyak sehari dan 25 ribu kaki kubik gas per hari.

Melalui keterangan tertulis, Kementerian Perminyakan Irak bilang kerja sama dengan Orion itu untuk memprcepat eksploitasi gas di blok Nahr bin Umar, guna mengatasi kekurangan pasokan listrik di negara berpenduduk sekitar 35 juta orang itu.

Baghdad juga sudah lama mengadakan pembicaraan dengan Exxon dan sejumlah perusahaan dari Cina untuk meningkatkan produksi minyak di Nahr bin Umar.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus