bisnis

Hotel bintang tujuh akan dibangun di Abu Dhabi

Burj al-Arab adalah hotel bintang tujuh pertama di dunia.

22 Januari 2018 10:02

Perusahaan kontraktor Dhabi Contracting berencana membangun sebuah hotel bintang tujuh di kawasan Ruwais, Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Menurut COO Dhabi Contracting Bishoy Edward, rencana pembangunan hotel bintang tujuh ini bagian dari perluasan bisnis ke sektor properti. "Kami telah memiliki lahan dan desain, dibuat oleh Aecom, serta sudah disetujui," katanya kepada Construction Week. "Proyek ini sekarang tengah dikaji oleh Dewan Perencanaan Perkotaan (Abu Dhabi)."

Dia menambahkan proyek hotel bintang tujuh di Ruwai itu bukan proyek perdana bagi Dhabi Constructing, perusahaan berpusat di UEA. Perusahaan tersebut juga mempunyai Hotel Builtmore setinggi 32 lantai di Ibu Kota Tbilisi, Georgia. Di hotel ini pula terdapat kantor perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional.

Predikat hotel tertinggi biasanya berbintang lima. Hotel bintang tujuh pertama di dunia adalah Burj al-Arab, di Kota Dubai, UEA.

Burj Al-Arab, setinggi 321 meter, diresmikan pada Desember 1999. Pembangunannya selama lima tahun menghabiskan dana US$ 1 miliar.

Edward bilang Dhabi Contracting tengah mengerjalan sejumlah proyek konstruksi senilai US$ 1,6 miliar, termasuk pembangunan Al Khail Avenue Mall seharga US$ 540 juta.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus