bisnis

Menteri energi Saudi sebut nilai IPO Aramco ditentukan pasar

Arab Saudi mempunyai cadangan minyak sebanyak 260 miliar barel.

25 Januari 2018 11:30

Menteri Energi Arab Saudi sekaligus Chairman Saudi Aramco Khalid al-Falih menegaskan valuasi atau nilai IPO (penjualan saham perdana) Aramco akan ditentukan oleh pasar, bukan oleh pemerintah Saudi atau perusahaan itu sendiri. 

Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Kota Davos, Swiss, Falih bilang IPO Aramco mesti dilihat dalam konteks agenda ekonomi Arab Saudi lebih besar, termasuk program swastanisasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.

"(Putera Mahkota) Pangeran Muhammad bin Salman dan semua orang terlibat dalam proses privatisasi menyadari valuasi IPO Aramco ditentukan oleh pasar," kata Falih. "Kami tidak bisa menentukan harga saham, pasar akan melakukan itu."

IPO Aramco dijadwalkan dilaksanakan di semester kedua 2018. IPO Aramco ini diyakini bakal menjadi terbesar di dunia dan diprediksi bisa meraup dana US$ 100 miliar.

Falih menjelaskan Aramco dan pemerintah Arab Saudi sudah melakukan banyak hal untuk mempersiapkan IPO.

Dia menambahkan Arab Saudi mempunyai cadangan minyak sebanyak 260 miliar barel.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

IPO Aramco dijadwalkan tahun depan

Waktu pelaksanaan IPO bergantung pada kondisi pasar, jumlah saham akan dilepas, dan pengambilalihan Aramco atas mayoritas saham perusahaan petrokimia SABIC dari PIF (Dana Investasi Pemerintah).

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco raup pendapatan bersih sebesar Rp 1.595 triliun

Total aset Aramco melonjak dari Rp 4.221 triliun pada 2017 menjadi Rp 5.152 triliun tahun lalu.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan bikin pompa bensin

Aramco membatalkan rencana IPO sebesar lima persen, tadinya dijadwalkan di semester kedua tahun ini.





comments powered by Disqus