bisnis

Bank-bank Swiss tolak transfer dana milik para taipan Arab Saudi

Warga negara Arab Saudi merupakan salah satu klien terbesar di bank-bank di Swiss.

05 Februari 2018 10:32

Sejumlah bank di Swiss telah menolak permintaan dari pemerintah Arab Saudi untuk mentransfer dana milik para pangeran dan konglomerat ditahan atas tudingan terlibat korupsi.

Mengutip beberapa sumber, Le Temps menulis Riyadh menuntut para taipan Arab Saudi untuk merepatriasi dana mereka simpan di beragam bank di Swiss. Bank-bank menolak permintaan Kejaksaan Arab Saudi itu termasuk Pictet, UBS, Lombard Odeir, dan Suisse.

Namun tidak ada satu pun dari bank-bank tersebut bersedia berkomentar. Kepada the Financial Times, sejumlah bankir top Swiss mengungkapkan tuntutan Arab Saudi untuk merepatriasi fulus kepunyaan para konglomerat negara Kabah tersebut sudah gagal.

Atas nama kampanye antirasuah, Arab Saudi telah menangkap duaratusan pangeran, konglomerat, dan pejabat. Sebagian besar telah dibebaskan, termasuk pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. Jaksa Agung Arab Saudi bulan ini bilang yang ditahan berjumlah 56 orang dan pemerintah berhasil meraup US$ 196,7 miliar dari hasil kompromi dengan para tersangka korupsi.

Warga negara Arab Saudi merupakan salah satu klien terbesar di bank-bank di Swiss. Menurut Handelszeitung, bagian Saudi di UBS saja mempekerjakan lebih dari 60 orang.

Seorang sumber bilang para bankir sudah menjamin pencairan dana tidak akan terjadi tanpa persetujuan dan pemilik rekening. "Prosedur pencairan dana telah dihentikan karena bank-bank di Swiss mengetahui apa yang sedang berlangsung di Riyadh," katanya.

Tapi, kata seorang pengacara di Jenewa, kalau klien memberi persetujuan melalui telepon, bank tidak bisa menolak. 

CEO Russia Direct Investmen Fund Kirill Dmitriev. (Arabian Business)

Rusia dan Cina patungan buat beli saham Aramco

Aramco akan melakoni IPO di semeter kedua tahun ini. Itu diyakini bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah karena diperkirakan bisa meraup dana US$ 100 miliar.

Ladang gas Zohr di Laut Mediterania, Mesir. (Arabian Business)

Produksi dari blok gas Zohr akan capai 2,9 miliar kaki kubik pada 2019

Produksi gas Mesir saat ini sebesar 5,5 miliar kaki kubik saban hari.

Ibu Kota Baghdad, Irak. (baghdad-airport.com)

Irak perlu US$ 4 miliar buat investasi di industri hilir minyak

Irak berencana meningkatkan kapasitas produksi minyak mentahnya menjadi tujuh juta barel sehari pada 2022, dari lima juta barel saat ini.

Ibu Kota Doha, Qatar. (dohabus.com)

Dalam sebulan, 418 perusahaan di Qatar tutup

Angka itu setara dengan 14 persen dari total perusahaan baru terdaftar bulan ini.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Rusia dan Cina patungan buat beli saham Aramco

Aramco akan melakoni IPO di semeter kedua tahun ini. Itu diyakini bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah karena diperkirakan bisa meraup dana US$ 100 miliar.

17 Februari 2018

TERSOHOR