bisnis

Dalam sebulan, 418 perusahaan di Qatar tutup

Angka itu setara dengan 14 persen dari total perusahaan baru terdaftar bulan ini.

15 Februari 2018 09:14

Dalam laporan periodik mengenai perdagangan dalam negeri, Kementerian Perekonomian dan Perencanaan Qatar menyebutkan selama Januari sebanyak 418 perusahaan ditutup.

Angka itu setara dengan 14 persen dari total perusahaan baru terdaftar bulan ini.

Dari 418 perusahaan ditutup, perusahaan konstruksi memuncaki daftar, yakni sebanyak 36 persen. Disusul perusahaan elektronik (18 persen), perusahaan perdagangan umum, dan toko grosir.

Jumlah perusahaan asing terdaftar di Qatar selama bulan ini tidak lebih dari satu persen. 

Perekonomian Qatar tertekan setelah negara Arab supertajir ini diblokade oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir sejak awal Juni tahun lalu. Mereka menuding Qatar menyokong terorisme. 

 

Berselancar di gurun Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar larang penjualan produk asal empat negara pemboikot

Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni tahun lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Pesawat Qatar Airways. (Gulf Business)

Qatar Airways rugi sangat besar dalam tahun anggaran berjalan

Dalam tahun anggaran lalu, Qatar Airways meraup laba Rp 367,4 triliun.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar tarik US$ 20 miliar dari cadangan devisa buat dana penyangga ekonomi

Moody's bulan lalu menyebutkan Qatar sudah menyuntikkan US$ 38,5 miliar ke dalam perekonomiannya sejak krisis diplomatik meletup.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Blokade gerus cadangan devisa Qatar US$ 38 miliar

Moody's menyebutkan simpanan asing di bank-bank Qatar sudah ditarik sebesar US$ 30 miliar selama Juni-Juli lalu.





comments powered by Disqus