bisnis

Irak perlu US$ 4 miliar buat investasi di industri hilir minyak

Irak berencana meningkatkan kapasitas produksi minyak mentahnya menjadi tujuh juta barel sehari pada 2022, dari lima juta barel saat ini.

15 Februari 2018 10:39

Menteri Perminyakan Irak Ali al-Luaibi Selasa lalu bilang pihaknya membutuhkan US$ 4 miliar untuk menambah kapasitas tujuh kilang dalam beberapa tahun ke depan.

Saat berpidato di konferensi donor internasional di Kuwait, Luaibi menjelaskan Irak berencana meningkatkan kapasitas produksi minyak mentahnya menjadi tujuh juta barel sehari pada 2022, dari lima juta barel saat ini.

Dia menyebutkan investasi baru di sektor hilir buat menggenjot kapasitas kilang menjadi 1,5 juta barel per hari pada 2021, sebanyak 500 ribu barel untuk keperluan ekspor.

Pemerintah Irak mulai bisa memusatkan perhatian untuk menaikkan produksi minyak, setelah perang menghadapi milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) berakhir. Baghdad Desember lalu menyatakan kemenangan atas ISIS, pernah menguasai sepertiga dari wilayah negara Dua Sungai itu.

 

 

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Ladang minyak di Kirkuk, utara Irak. (Rudaw)

Irak tahun depan alokasikan 67 persen penjualan minyaknya ke Asia

Saat ini 60 persen dari ekspor minyak Irak ke Asia.

Perusahaan minyak asing beroperasi di Irak. (Al-Jazeera)

Irak punya cadangan minyak 300 miliar barel

Irak tahun lalu menaikkan prediksi soal cadangan minyak menjadi 153 miliar barel dari estimasi sebelumnya sebesar 143 miliar barel.





comments powered by Disqus