bisnis

Perusahaan UEA bikin susu unta buat bayi

Bisa dikonsumsi bayi berusia 1-3 tahun, terutama yang alergi terhadap susu formula berbahan dasar susu sapi.

22 Februari 2018 05:46

Sebuah perusahaan di Uni Emirat Arab (UEA) telah memproduksi susu formula khusus bayi berasal dari susu unta.

The Emirates Industry for Camel Milk & Products atau Camelicious merilis produk pertama di dunia itu Senin lalu di pameran makanan dan minuman internasional Gulfood 2018, berlangsung selama 18-22 Februari di Kota Dubai, UEA.

Manajer umum Camelicious Said Jumah bin Subaih bilang susu formula unta ini ditujukan bagi bayi berusia 1-3 tahun, terutama yang alergi terhadap susu formula berbahan dasar susu sapi.

Dia menambahkan mengonsumsi susu unta merupakan tradisi UEA diturunkan dari generasi ke generasi. "Susu unta merupakan bagian tidak terpisahkan dari budaya Arab dan Islam secara umum serta khususnya menjadi tradisi di UEA," katanya.

Dalam beberapa tahun belakangan, bahan makanan dan minuman dari susu dan daging unta digemari di kawasan Arab Teluk, seperti cokelat unta, carpaccio unta, dan burger unta.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus