bisnis

Saudi Arabian Airlines tidak lagi dapat subsidi

Maskapai ini berencana lakoni IPO sebelum akhir 2020.

22 Februari 2018 06:11

Saudi Arabian Airlines (Saudia), maskapai milik pemerintah Arab Saudi, kini membiayai sendiri operasional mereka dan tidak lagi mendapat subsidi negara.

Direktur Jenderal Saudia Saleh bin Nasir al-Jassir bilang penghapusan subsidi bagi Saudia merupakan bagian dari rencana IPO (penjualan saham perdana) perusahaan itu sebelum akhir 2020. Pemerintah Arab Saudi juga mencabut subsidi untuk Flyadeal, anak usaha Saudia.

"Kami telah berhasil mengurangi pengeluaran dan akan meningkatkan pendapatan melalui pelayan berkualitas tinggi serta penambahan armada pesawat," kata Saleh dalam jumpa pers pekan lalu, seperti dilansir surat kabar Argaam.

Dalam dua tahun terakhir, subsidi negara menjadi sumber perselisihan antara maskapai-maskapai asal Timur Tengah dengan rekanan dari negara lain, terutama Amerika Serikat.

United Airlines pada Mei tahun lalu menyetop kesepakatan soal tiket dan bagasi dengan Saudia dan empat maskapai lainnya di Timur Tengah. Alasannya kelima maskapai ini masih mendapat subsidi negara.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Saudi paksa para konglomerat berinvestasi di Aramco

Aramco akan melepas hingga tiga miliar lembar saham (1,5 persen dari total saham) dan diperkirakan dapat meraup dana segar US$ 25,9 miliar. 

Ali Khamenei (kiri) saat Perang Iran-Irak. (Wikipedia)

Khamenei setujui kenaikan harga bensin sebesar 50 persen meski diprotes rakyat Iran

Kendaraan pribadi hanya mendapat jatah bensin 60 liter sebulan dengan harga naik 50 persen menjadi 15 ribu rial (US$ 0,15) per liter. Kalau membeli lagi melebihi kuota kena tambahan harga 30 ribu rial (US$ 0,26) tiap liternya.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco akan lepas 1,5 persen saham dengan harga 30-32 riyal per lembar

IPO Aramco dijadwalkan berlangsung pada 11 Desember di Bursa Saham Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi gelontorkan Rp 9,8 triliun untuk bantuan tunai bagi warga miskin bulan ini

Sejak program bantuan langsung tunai diluncurkan, negara Kabah itu sudah menghabiskan Rp 218,5 triliun.





comments powered by Disqus