bisnis

Bahrain akan berlakukan VAT akhir tahun ini

Bahrain bakal kembali mengurangi subsidi atas bahan bakar, makanan, dan jasa.

25 Februari 2018 00:04

Menteri Keuangan Bahrain Syekh Ahmad bin Muhammad al-Khalifah bilang negaranya akan memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai) akhir tahun ini.

"Kami akan bekerja dengan parlemen mengenai VAT agar segala sesuatunya bisa siap akhir 2018," kata Syekh Ahmad saat memberikan sambutan dalam sebuah konferensi soal investasi di Ibu Kota Manama, Bahrain.

Bahrain, Kuwait, dan Oan tadinya berencana menerapkan VAT sebesar lima persen atas beragam barang dan jasa mulai 1 Januari tahun ini, speerti dilakoni Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Namun ketiga negara itu menunda pemberlakukan VAT sampai 2019.

VAT merupakan salah satu upaya dilakukan negara-negara Arab Teluk buat mengatasi defisit, akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Syekh Ahmad menambahkan Bahrain bakal kembali mengurangi subsidi atas bahan bakar, makanan, dan jasa.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Arab News)

Bank sentral Saudi dan UEA akan bikin mata uang digital bersama

Mata uang digital diberi nama Abir itu rencananya keluar pada kuartal terakhir tahun ini.





comments powered by Disqus