bisnis

Arab Saudi beli saham majalah Rolling Stone

PIF sebagai lembaga dana investasi terbesar di dunia dengan nilai aset Rp 3.084 triliun.

01 Maret 2018 19:18

PIF (Dana Investasi Publik), lembaga dana investasi milik pemerintah Arab Saudi, telah membeli saham minoritas di perusahaan media di Amerika Serikat, Penske Media Corp (PMC), merupakan milik pengusaha Jay Penske.

Seorang sumber mengungkapkan kepada the New York Post, PIF menggelontorkan fulus tunai sebesar US$ 200 juta (Rp 2,7 triliun) untuk pembelian saham PMC dan US$ 25 juta (Rp 344,5 miliar) lagi untuk membikin sebuah usaha petungan dengan PMC di Timur Tengah.

PMC mempunyai Variety dan Women;s Wear Daily. Sumber itu bilang PIF pada Desember tahun lalu juga membeli saham mayoritas di majalah Rolling Stone.

Seorang juru bicara PMC menjelaskan perusahaannya masih menguasai saham mayoritas lebih dari 51 persen.  

Jay Penske menolak memberitahu jumlah dan nilai saham diborong PIF. "Saya bangga PMC telah menjadi perusahaan diakui," katanya.

Menurut the Sovereign Wealth Fund Institute (SWFI), PIF tahun lalu merupakan lembaga dana investasi Timur Tengah paling aktif. PIF berhasil mencapai 70 persen dari total kesepakatan investasi dilakoni oleh lembaga investasi dari kawasan tersebut.

SWFI menyebut PIF sebagai lembaga dana investasi terbesar di dunia dengan nilai aset US$ 223,9 miliar (Rp 3.084 triliun).   

Para pejabat Arab Saudi bilang aset PIF bakal meningkat menjadi US$ 400 miliar pada 2020.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus