bisnis

Kuwait larang rekrutmen ekspatriat asal Bangladesh

Pekerja asal Bangladesh di Kuwait saat ini berjumlah 200 ribu orang.

05 Maret 2018 21:05

Kementerian Dalam Negeri Kuwait telah memutuskan untuk melarang kembali perekrutan atas ekspatriat asal bangladesh.

Kebijakan ini ditempuh setelah pekan lalu sebuah penelitian menyimpulkan jumlah pekerja Bangladesh di Kuwait mencapai 200 ribu orang, seperti dilansir Kuwait Times.

Ekspatriat dari Bangladesh diblolehkan bekerja di Kuwait dengan sejumlah aturan ketat, termasuk mesti bekerja untuk majikan telah memiliki rumah.

Belum diketahui apakah kebijakan melarang kembali rekrutmen ekspatriat asal Bangladesh ini berlaku sementara atau buat jangka panjang.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Dalam tujuh tahun, Kuwait akan kurangi 1,5 juta ekspatriat

Pemerintah Kuwait berencana mengurangi jumlah warga asing menjadi 25 persen dari total penduduk di negara Arab Teluk itu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR