bisnis

Indonesia akan pasok bahan bangunan ke Qatar

"Memasok kebutuhan bahan bangunan dari Indonesia ke Qatar akan lebih mudah jika jalur pelayaran langsung antar kedua negara sudah aktif."

06 Maret 2018 21:41

Pelaku usaha Indonesia akan memasok bahan bangunan guna memenuhi permintaan pasar Qatar akibat blokade ekonomi dilakukan negara-negara tetangganya. Demikian disampaikan mantan Duta Besar Indonesia untuk Qatar Deddy Saiful Hadi usai mengadakan pertemuan dengan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Indutri (Kadin) Qatar Muhammad bin Towar al-Kuwari, Al-Jaber Engineering, pejabat Al-Faisal Holding, dan Qatar Business Association (QBA), seperti dilansir siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Doha diterima Albalad.co hari ini.

Deddy menjelaskan Qatar sangat memerluka keberlanjutan pasokan bahan bangunan lantaran sedang mengerjakan beragam proyek untuk kebutuhan Piala Dunia 2022.
"Kebutuhan bahan bangunan sangat besar di Qatar. Kami ingin memanfaatkan peluang pasar ini," katanya. "Memasok kebutuhan bahan bangunan dari Indonesia ke Qatar akan lebih mudah jika jalur pelayaran langsung antar kedua negara sudah aktif."

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari kunjungan delegasi usaha dipimpin oleh Deddy Saiful Hadi ke Qatar, guna menindaklanjuti kerja sama setelah Indonesia dan Qatar menandatangani lima nota kesepahaman saat Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani berkunjung ke Indonesia pada 18-19 Oktober tahun lalu.

Deddy berupaya untuk memaksimalkan peluang usaha setelah Qatar diblokade. Dia bilang pihaknya bertemu pejabat Kadin Qatar dan Al-Jaber Engineering untuk membahas peluang bisnis di kedua negara. Perundingan membuahkan hasil dan pelaku usaha kedua negara diharapkan bekerja sama dalam sektor real estat dan konstruksi.

Delegasi juga memaksimakan peluang di sektor pangan. "Indonesia kaya akan produk makanan dan Qatar ingin memastikan persediaan kebutuhan pokoknya agar memadai. Dalam situasi seperti ini, kedua negara dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan ini," ujar Deddy, konsultan pada Qatari Indonesian Business Council ini.

Selain itu, kerja sama sedang diupayakan adalah sektor kesehatan mengingat Indonesia unggul dalam sektor tersebut. Delegasi melakukan pertemuan dengan  pejabat di Hamad Medical Corporation dan Sidra Hospital untuk merealisasikan upaya kerja sama. Delegasi juga menawarkan peluang investasi pada sektor pariwisata, real estat, pertambangan, ketahanan pangan, dan sektor lainnya.

Dalam kunjungan berlangsung pada 3-6 Maret ini, delegasi usaha melakukan pertemuan antara lain dengan chairman Al-Faisal Holding, Qatar Business Association (QBA), Sidra Hospital, Hamad Hospital, Qatar Charity, Kadin Qatar, dan Qatar Foundation. Pertemuan  juga membahas kerja sama mencakup kesehatan, riset, investasi, infrastruktur pada perkeretaapian, jalan tol, revitalisasi kota dan perumahan, serta peralatan militer.   

Duta Besar Indonesia untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi menyampaikan apresiasi atas suksesnya kunjungan delegasi dipimpin Deddy guna meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Mantan anggota DPR ini juga memuji kontribusinya buat meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.

Menurut pejabat KBRI Doha,  Boy Dharmawan, Deddy sangat jeli memanfatkan momentum terbukanya peluang pasar di Qatar akibat krisis. Sebelum Qatar diblokade oleh negara-negara tetangga dengan menutup jalur darat, laut dan udaranya, pasokan kebutuhan Qatar melalui negara-negara tersebut khususnya makanan dan obat-obatan mencapai 90 persen.


Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Arab News)

Bank sentral Saudi dan UEA akan bikin mata uang digital bersama

Mata uang digital diberi nama Abir itu rencananya keluar pada kuartal terakhir tahun ini.





comments powered by Disqus