bisnis

IPO Aramco mungkin ditunda jadi tahun depan

"London selalu menjadi tujuan menarik bagi modal dari seluruh dunia," kata Khalid al-Falih.

10 Maret 2018 09:34

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih bilang IPO (penjualan saham perdana) Saudi Aramco dijadwalkan tahun ini mungkin ditunda menjadi tahun depan.

Menurut Falih, paling penting adalah melakukan IPO di Bursa Saham Arab Saudi (Tadawul) baru diikuti dengan IPO di bursa internasional. "Satu hal pasti mengenai IPO Saudi Aramco adalah itu akan terjadi," katanya. "Pasar jangkarnya di Tadawul."

Dia menambahan pemerintah Arab Saudi telah menciptakan aturan fiskal dan kebijakan lainnya agar Aramco bisa melaksanakan IPO tahun ini. Namun jadwal pastinya bakal diumumkan kalau segala sesuatunya sudah tepat.

Penjualan lima persen saham Aramco diyakini banyak pihak akan menjadi IPO terbesar sejagat. IPO Aramco ini diperkirakan bisa meraup dana US$ 100 miliar.

Soal IPO Aramco di bursa internasional, Falih mengakui LSE (Bursa Saham London) masuk dalam daftar pertimbangan. "London selalu menjadi tujuan menarik bagi modal dari seluruh dunia. London adalah ibu kota dunia," ujarnya kepada stasiun televisi Sky News.

Sumber-sumber dalam Aramco mengungkapkan eksportir minyak terbesar di dunia ini mempertimbangkan bursa saham di London, New York, Tokyo, dan Hong Kong sebagai tempat buat melaksanakan IPO.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan bikin pompa bensin

Aramco membatalkan rencana IPO sebesar lima persen, tadinya dijadwalkan di semester kedua tahun ini.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

Arab Saudi targetkan pendapatan US$ 64 miliar dari sektor tambang pada 2030

Nilai cadangan sumber daya mineral Arab Saudi lebih dari US$ 1 triliun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

21 Februari 2019

TERSOHOR