bisnis

80 persen staf di bank-bank Kuwait harus warga lokal

Kementerian Kesehatan Kuwait menetapkan pekerja asing mengidap satu dari 22 penyakit, termasuk kanker, diabetes, dan tekanan darah tinggi, tidak bisa mendapat izin tinggal tetap.

11 Maret 2018 20:12

Bank-bank di Kuwait akhir tahun ini diwajibkan mempekerjakan 80 stafnya adalah warga negara lokal, seperti dilansir Kuwait Times.

Kebijakan ini sesuai instruksi dari Bank Sentral Kuwait untuk memberi kesempatan kerja lebih luas bagi warga negara Kuwait.

Program Kuwaitisasi ini membuka peluang untuk 17 ribu warga Kuwait bekerja di sektor swasta. Perusahaan-perusahaan mempekerjakan ekspatriat melebihi jumlah ditentukan dikenai biaya tambahan.

Langkah serupa juga ditempuh oleh Arab Saudi dan Oman.

Aturan baru lainnya adalah Kementerian Kesehatan Kuwait menetapkan pekerja asing mengidap satu dari 22 penyakit, termasuk kanker, diabetes, dan tekanan darah tinggi, tidak bisa mendapat izin tinggal tetap.

Daftar produk Turki diserukan untuk diboikot di Arab Saudi. (Twitter)

Aktivis Saudi serukan boikot semua produk Turki

Para aktivis Arab Saudi itu menegaskan kampanye boikot produk Turki ini untuk menghukum Erdogan lantaran terlalu mencampuri urusan dalam negeri Saudi.

Menteri Perminyakan Kuwait Bakhit arRasyidi. (Supplied)

Menteri perminyakan Kuwait mundur

Dalam 20 tahun terakhir, Kuwait sudah memiliki 15 menteri perminyakan.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Investor asing bisa miliki saham bank di Kuwait

Namun kalau kepemilikan asing ini lebih dari lima persen, perlu izin dari Bank Sentral Kuwait dan kabinet.

Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan, pemilik Manchester City. (Luxatic)

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Aktivis Saudi serukan boikot semua produk Turki

Para aktivis Arab Saudi itu menegaskan kampanye boikot produk Turki ini untuk menghukum Erdogan lantaran terlalu mencampuri urusan dalam negeri Saudi.

18 Desember 2018

TERSOHOR