bisnis

Puluhan ribu warga Yaman eksodus dari Arab Saudi

Terdapat dua juta warga Yaman di Arab Saudi menanggung kehidupan sepuluh juta anggota keluarganya di kampung halaman.

15 Maret 2018 13:55

Sejak Desember tahun lalu, puluhan ribu warga Yaman terpaksa meninggalkan Arab Saudi dan kembali negara mereka, tengah dibelit perang dan kesulitan ekonomi. 

Eksodus terjadi karena kebijakan baru Arab Saudi dalam isu tenaga kerja. Melalui program Saudisasi, negara Kabah itu mendorong dan mengutamakan warga Arab Saudi bekerja di sektor swasta.

Saudi sejak Juli tahun lalu memberlakukan pajak tanggungan dibebankan kepada warga asing. Besarannya seratus riyal untuk tiap orang ditanggung per bulan. Riyadh juga melarang ekspatriat menjalani 19 jenis pekerjaan.

Perang membekap Yaman sejak Maret 2015 telah menewaskan lebih dari sepuluh ribu orang, mengakibatkan jutaan orang kelaparan, mewabahnya kolera, dan memicu munculnya wabah difteri.

Yasin al-Ariqi pada 2009 meninggalkan kampung halamannya di Ibu Kota Sanaa menuju Arab Saudi. Di negeri Dua Kota Suci ini, lelaki 39 tahun itu bekerja menjadi tenaga pemasaran di sebuah toko. 

Gaji 2.500 riyal saban bulan dia terima sebenarnya mencukupi, namun situasi berubah setelah perang meletup. Dua abangnya kehilangan pekerjaan sehingga Yasin menjadi tulang punggung utama keluarganya.

Yasin kian terdesak ketika pajak seratus riyal diberlakukan bagi ekspatriat dan tanggungannya diterapkan. Dia akhirnya menyerah setelah jenis pekerjaan dia jalani dilarang bagi ekspatriat. 

Dia lantas kembali ke Yaman awal Januari lalu. Tentu saja boleh dibilang mustahil buat dirinya memperoleh pekerjaan di Sanaa.

"Saat ini saya tidak dapat memenuhi kebutuhan saya dan tidak mempunyai pekerjaan," kata Yasin. "Kalau keadaan ini berlanjut, saya bakal merantau ke Djibouti."

Kemungkinan eksodus warga Yaman dari Saudi akan berlanjut. Menteri Informasi Yaman Muammar al-Iryani bilang sekarang terdapat dua juta warga Yaman di Arab Saudi menanggung kehidupan sepuluh juta anggota keluarganya di kampung halaman.

 

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berhentikan 71 persen ekspatriat di sektor pemerintah

Tahun lalu, terdapat 60 ribu pekerja asing bekerja di sektor pemerintah.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Program Saudisasi di 12 sektor ritel dimulai 11 September

Program ini adalah mewajibkan 12 sektor ritel mempekerjakan warga negara Arab Saudi dan bukan lagi ekspatriat. Targetnya tidak lagi seratus persen tapi 70 persen.

Seorang lelaki berdiri di depan kantor Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi. (Arab News)

Arab Saudi larang ekspatriat bekerja di 12 jenis gerai

Larangan ini merupakan bagian dari program Saudisasi.

Ekspatriat Indonesia diberhentikan dari Saudi Binladin Group berpose bareng Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel di Ibu Kota Riyadh. (KBRI Riyadh buat Albalad.co)

Arab Saudi tetapkan 60 profesi terlarang buat ekspatriat

Program Saudisasi ini merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan atas pekerja asing.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR