bisnis

Arab Saudi akan bangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar sejagat

Proyek ini senilai Rp 2.751 triliun.

29 Maret 2018 09:49

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman telah meneken nota kesepahaman dengan CEO SoftBank Group Masayoshi Son untuk membangun pembakit listrik tenaga surya terbesar di dunia berlokasi di Arab Saudi.

Penandatanganan kerjasama ini berlangsung di Kota New York, Selasa waktu setempat, di sela lawatan resmi anak Raja Salman bin Abdul Aziz itu di Amerika Serikat. 

Proyek senilai US$ 200 miliar (Rp 2.751 triliun) ini diperkirakan bisa membuka lapangan kerja bagi 200 ribu orang. Pembangkit listrik tenaga matahari tersebut diprediksi dapat meningkat produk domestik Arab Saudi hingga US$ 12 miliar (Rp 165 triliun) dan menghemat anggaran ubtuk listrik sebesar US$ 40 miliar (Rp 550 triliun) saban tahun. 

"Ini langkah sangat besar dalam sejarah umat manusia," kata Pangeran Muhamnad bin Salman dalam jumpa pers. "Itu proyek besar, berisiko, dan kami berharap berhasil menyelesaikan."

Son memuji Arab Saudi sebagai negara memiliki sumber daya matahari sangat besar dan insinyur hebat. "Tapi paling penting adalah Saudi mempunyai visi terhebat dan terbaik.

Untuk tahap awal, bakal dibangun dua pembangkit berkapasitas tiga gigawatt dan 4,2 gigawatt. Kedua pembangkit ini beroperasi mulai tahun depan. 

Sedangkan kapasitas 200 gigawatt bakal dicapai pada 2030.

 

 

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR