bisnis

UEA akan izinkan kepemilikan asing seratus persen di beberapa sektor swasta

Mansuri berharap UEA dapat menggaet investasi asing sebesar US$ 10,6-US$ 10,8 miliar tahun ini, ketimbang US$ 10,3 miliar tahun lalu.

16 April 2018 05:24

Menteri Ekonomi Uni Emirat Arab (UEA) Sultan al-Mansuri bilang negaranya akhir tahun ini akan menerbitkan undang-undang mengizinkan kepemilikan asing seratus persen di beberapa sektor swasta.

Dia menyebutkan manufaktur dan layanan industri termasuk bidang boleh dimiliki asing seratus persen. Dia menambahkan beleid baru itu diharapan dapat menggenjot investasi asing ke UEA hingga 15 persen. "Saya optimisitis, sangat penting bagi kami menyelesaikan undang-undang itu tahun ini," kata Mansuri.

Rancangan akhir beleid investasi itu sudah dikirim ke kabinet untuk memperoleh persetujuan.

Mansuri berharap UEA dapat menggaet investasi asing sebesar US$ 10,6-US$ 10,8 miliar tahun ini, ketimbang US$ 10,3 miliar tahun lalu.

UEA memang merencanakan sektor non-minyak dapat menyumbang pendapatan negara menjadi 80 persen pada 2021. Saat ini bidang non-minyak berkontribusi 70 persen atas devisa negara.

Selama ini perusahaan luar negeri hanya boleh beroperasi di UEA kalau bermitra dengan perusahaan setempat atau berkantor di kawasan-kawasan ekonomi khusus.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

UEA tahun depan berlakukan cukai atas minuman mengandung gula dan rokok elektrik

UEA sudah menerapkan cukai atas produk merusak kesehatan dan lingkungan sejak 2017.

Bangunan terjangkung sejagat Burj Khalifah, berlokasi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Tarif beriklan di dinding luar Burj Khalifah minimum Rp 970 juta

Huawei dan Walt Disney pernah beriklan di dinding luar Burj Khalifah.

Konglomerat Dubai, Khalaf al-Habtur. (Gulf Business)

Konglomerat Dubai minta larangan penggunaan Skype di UEA dicabut

Al-Habtur September tahun lalu juga mendesak larangan pemakaian telepon WhatsApp di UEA dicabut.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco raup pendapatan bersih Rp 668 triliun di semester pertama tahun ini

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pernah bilang IPO Aramco akan dilakukan paling lambat tahun depan atau awal 2021.





comments powered by Disqus