bisnis

Pencurian minyak rugikan Libya US$ 750 juta setahun

Sebelum terjadi revolusi, Libya mempunyai cadangan minyak 48 miliar barel, menghasilkan 1,6 juta barel minyak per hari.

20 April 2018 11:27

Mustafa Sanalla, Presiden Nasional Oil Company - perusahaan minyak milik pemerintah Libya, bilang penyelundupan minyak telah mengakibatkan negaranya rugi lebih dari US$ 750 juta setahun. 

"Dampak dari pencurian minyak merusak seluruh struktur negara Libya," kata Sanalla Rabu lalu, saat berpidato di sebuah konferensi membahas soal pencurian minyak dan bahan bakar, digelar di Kota Jenewa, Swiss.

Dia menambahkan penyelundupan minyak bukan sekadar merugikan milisi-milisi menguasai sebagian besar ladang minyak di Libya, tapi juga merugikan perusahaan-perusahaan distribusi seharusnya bisa memasok minyak murah bagi rakyat Libya.

Sektor minyak merupakan tulang punggung perekonomian Libya ambruk sejak pemberontakan meletup pada 2011 dan berhasil menggulingkan rezim Muammar al-Qaddafi, telah berkuasa selama 42 tahun.

Sebelum terjadi revolusi, Libya mempunyai cadangan minyak 48 miliar barel, menghasilkan 1,6 juta barel minyak per hari. 

Angka produksi anjlok menjadi 500 ribu barel sehari selama 2014-2016, lantaran konflik bersenjata antar milisi kerap meletup di sekitar fasilitas produksi dan pelabuhan ekspor untuk memperebutkan ladang-ladang minyak. 

Libya, negara dengan cadangan minyak terbesar di Benua Afrika, mulai mengekspor minyak lagi pada September 2016 setelah pelabuhan Ras Lanuf dibuka kembali. 

 

 

 

 

 

Fasilitas milik Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hanya akan lepas dua persen saham

Diperkirakan bisa meraup dana Rp 567,5 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir (tengah dan berkemeja batik biru) berpose bareng Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik usai pertemuan di Jakarta, 7 Juli 2017. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco secara resmi umumkan rencana IPO bulan depan

Sejumlah sumber memperkirakan pengumuman itu keluar pada 20 Oktober.





comments powered by Disqus