bisnis

Saudi pasok minyak ke Sudan buat atasi kelangkaan

Kelangkaan dirasakan sejak awal bulan lalu.

08 Mei 2018 17:37

Menteri Perminyakan Sudan Abdurrahman Usman kemarin bilang Arab Saudi bakal memasok minyak jutaan liter untuk mengatasi kelangkaan di negara Afrika itu.

Sudah tengah dibelit kelangkaan minyak selama berminggu-minggu sehingga membikin harga emas hitam di pasar gelap melonjak tajam. Kondisi ini memaksa penduduk di Ibu Kota Khartum terpaksa antre berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar.

Buat mengatasi krisis, delegasi dipimpin Abdurrahman melawat ke Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi pekan lalu. Serelah berunding, negara Kabah itu menyatakan siap memasok minyak bagi Sudan selama lima tahun ke depan.

"Sudan akan menerima 1,8 juta liter minyak untuk tahun pertama," kata Abdurrahman kepada wartawan di istana kepresidenan di Khartum. "Sehabis itu, jumlah pasokan naik tujuh persen saban tahun."

Dia menambahkan pembiayaan dari pembelian minyak ini akan difasilitasi oleh SDB (Bank Pembangunan Saudi). Namun dia tidak menyebutkan detailnya atau kapan pengiriman pertama dilakukan.  

Kelangkaan mulai teras sejak awal bulan lalu ketikan pasokan minyak ke stasiun-stasiun pengisian bahan bakar menipis. Para pejabat menuding penundaaan pemeliharaan kilang-kilang sebagai penyebab, meski merosotnya cadangan devisa juga berperan.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Arab Saudi naikkan produksi minyak 400 ribu barel bulan lalu

Total produksi minyak OPEC selama Juni 2018 sebesar 32,33 juta barel sehari atau meningkat 173 ribu barel per hari ketimbang bulan sebelumnya.

Fasilitas milik Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Arab Saudi akan naikkan produksi minyak hingga dua juta barel

Negeri Dua Kota Suci ini berencana menaikkan produksi minyaknya sampai sebelas juta barel sehari mulai bulan depan.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Arab Saudi miliki cadangan minyak 260 miliar barel

Aramco tahun lalu menghasilkan rata-rata 10,5 juta barel minyak sehari.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Demi pulihkan harga, produksi minyak Saudi terendah dalam delapan tahun

OPEC sudah memenuhi 92 persen dari komitmen pengurangan produksi minyak.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi berlakukan undang-undang kepailitan

Arab Saudi berada di posisi 168 dari 190 negara untuk penyelesaian kasus kepailitan dalam daftar peringkat di Ease of Doing Business terbitan Bank Dunia.

20 Agustus 2018

TERSOHOR