bisnis

Kuwait tunda penerapan VAT hingga 2021

VAT merupakan salah satu kebijakan diambil negara-negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

15 Mei 2018 20:07

Kuwait akan menunda pemberlakuan VAT (pajak pertambahan nilai) hingga 2021, namun negara Arab Teluk ini bakal memberlakukan pajak cukai.

"Komite anggaran bilang penerapan VAT di Kuwait akan ditunda sampai 2021," kata komite anggaran parlemen melalui situs resminya hari ini. Komite anggaran menambahkan Kementerian Keuangan menyadari perlunya pemberlakukan pajak cukai atas produk-produk tertentu, seperti minuman ringan, rokok, dan minuman berkarbonasi.

Enam negara Arab Teluk tergabung dalam GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) - Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Bahrian, dan Oman - tahun lalu sepakat untuk menerapkan VAT lima persen mulai awal tahun ini. Tapi hanya Saudi dan UEA saja memberlakukan VAT sejak 1 Januari lalu.

VAT merupakan salah satu kebijakan diambil negara-negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.  

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus