bisnis

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

18 Mei 2018 15:04

Pemerintah Filipina Rabu lalu menghapus larangan bagi buruh migrannya untuk bekerja di Kuwait. Keputusan ini sekaligus mengakhiri ketegangan hubungan kedua negara lantaran isu tenaga kerja.

Kabar ini muncul beberapa hari setelah kedua negara menandatangani perjanjian untuk mengatur sekaligus melindungi ratusan ribu pekerja Filipina di negara Arab teluk itu.

"Presiden (Rodrigo Duterte) telah memerintahkan saya untuk mencabut secara total larangan bagi pekerja rumah tangga dan profesional," kata Menteri Tenaga Kerja Filipina Silvestre Bello.

Menurut Kementerian Luar Negeri Filipina, terdapat 262 ribu ekspatriat asal Filipina di Kuwait. Hampir 60 persen dari angka itu bekerja di sektor rumah tangga.

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya. Duterte murka dan pada februari lalu melarang warganya bekerja di Kuwait.

Perseteruan mereda setelah pengadilan di Kuwait menghukum mati majikan lelaki asal Libanon dan perempuan dari Suriah itu. Namun hubungan kedua negara menegang lagi setelah Filipina menyelamatkan seorang pembantu karena nyawanya terancam. Kuwait menuding hal itu pelanggaran kedaulatan lantaran tidak meminta bantuan aparat keamanan setempat.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus