bisnis

Arab Saudi bekukan kontrak bagi semua perusahaan Jerman

Sekitar 800 perusahaan Jerman berbisnis di Arab Saudi, termasuk 200 perusahaan memiliki kantor di sana.

28 Mei 2018 08:37

Arab Saudi telah memerintahkan pembekuan atas semua kontrak proyek pemerintah diberikan kepada perusahaan-perusahaan Jerman, seperti dilansir majalah Der Spiegel.

Keputusan ini keluar setengah tahun setelah hubungan kedua negara memburuk akibat pernyataan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengenai campur tangan Arab Saudi dalam urusan domestik Libanon. Riyadh kemudian memanggil pulang duta besarnya dari Berlin.

"Bagi pebisnis Jerman, pintu di Riyadh tiba-tiba saja ditutup," kata seorang pengusaha Jerman kepada Der Spiegel.

Beragam pertemuan antara kedua negara dirancang sebelum krisi diplomatik meletup juga dibatalkan. "Itu menyakitkan," ujar Oliver Oehms dari Kantor Penghubung Urusan Ekonomi Jerman-Arab Saudi di Riyadh.

Pembekuan kontrak ini sangat berpengaruh terhadap perusahaan-perusahaan Jerman, seperti Bayer, Siemens, Daimler, dan Boehringer Ingelheim.

Daimler bilang pesanan 600 bus Mercede Benz Citaro tahun lalu masih terus berlanjut.

Menurut data pemerintah Jerman, ekspor negaranya ke Arab Saudi tahun lalu senilai US$ 7,7 miliar. Sekitar 800 perusahaan Jerman berbisnis di Arab Saudi, termasuk 200 perusahaan memiliki kantor di sana.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

UEA tahun depan berlakukan cukai atas minuman mengandung gula dan rokok elektrik

UEA sudah menerapkan cukai atas produk merusak kesehatan dan lingkungan sejak 2017.

Bangunan terjangkung sejagat Burj Khalifah, berlokasi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Tarif beriklan di dinding luar Burj Khalifah minimum Rp 970 juta

Huawei dan Walt Disney pernah beriklan di dinding luar Burj Khalifah.

Konglomerat Dubai, Khalaf al-Habtur. (Gulf Business)

Konglomerat Dubai minta larangan penggunaan Skype di UEA dicabut

Al-Habtur September tahun lalu juga mendesak larangan pemakaian telepon WhatsApp di UEA dicabut.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco raup pendapatan bersih Rp 668 triliun di semester pertama tahun ini

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pernah bilang IPO Aramco akan dilakukan paling lambat tahun depan atau awal 2021.





comments powered by Disqus