bisnis

Qatar tidak batasi jumlah ekspatriat asal Indonesia

"Hanya 0,4 persen dari total jumlah ekspatriat Indonesia mengalami masalah di Qatar," kata Basri Sidehabi.

29 Mei 2018 14:00

Menteri Pembangunan Adminstrasi, Urusan Buruh dan Sosial Qatar Dr Isa bin Saad al-Jafali an-Nuaimi menegaskan tidak membatasi jumlah ekspatriat Indonesia di Qatar, asal sesuai keahlian dan keterampilan serta dibutuhkan pasar tenaga kerja Qatar.

Hal ini terungkap dalam pertemuan dengan delegasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dipimpin oleh Wakil Ketua Komite III DPD Abdul Aziz. Delegasi DPD terdiri dari Rosti Uli Purba (daerah Pemilihan Riau) GKR Ayu Koes Indriyah (Jawa Tengah), Dr. Sri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (Bali), Habib Hamid Abdullah (Kalimantan Selatan) Rafli Kande (Aceh), Kiai Muslihuddin Abdurrasyid (Kalimantan Timur), dan Abdul Jabbar Toba (Sulawesi Tenggara), seperti dilansir siaran pers Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Doha, diterima Albalad.co kemarin.  
    
Pertemuan berlangsung hangat dan bersahabat didampingi Duta Besar Indonesia untuk Qatar Muhamad Basri Sidehabi, Aziz menyampaikan kebijakan moratorium ekspatriat Indonesia, khususnya di sektor domestik pada 2015 terhadap 19 negara di Timur Tengah, termasuk Qatar.

Senator dari daerah pemilihan Sumatra Selatan ini mengapresiasi pemerintah Qatar karena memberlakukan undang-undang tentang perlindungan tenaga kerja migran, sehingga menjamin keluwesan dan perlindungan sebagai pengganti sistem kafala.

Rafli Kande mengharapkan Qatar dapat memberikan prioritas kepada ekspatriat Indonesia agar berperan dalam persiapan Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022.

Menteri Isa meminta pemerintah Indonesia menyampaikan data mengenai ketersediaan ekspatriat agar memudahkan dalam penyerapan tenaga kerja.
    
Menurut Duta Besar Basri Sidehabi, berdasarkan informasi dari IOM (Organisasi Migrasi Internasional), jumlah warga Indonesia di Qatar sekitar 43 ribu orang. Sekitar 10 ribu adalah tenaga kerja terampil dan sisanya 30 ribu tenaga kerja informal. "Hanya 0,4 persen dari total jumlah ekspatriat Indonesia mengalami masalah di Qatar," kata Basri Sidehabi.

Minister Counsellor KBRI Doha Boy Dharmawan bilang kunjungan DPD ke Qatar dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indoonesia. Selain bertemu menteri tenaga kerja Qatar, para Senator juga bertemu dengan Majelis Syura Qatar dan para perantau Indonesia di negara Arab supertajir itu.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Arab News)

Bank sentral Saudi dan UEA akan bikin mata uang digital bersama

Mata uang digital diberi nama Abir itu rencananya keluar pada kuartal terakhir tahun ini.





comments powered by Disqus