bisnis

IPO Aramco hampir pasti batal

Para pejabat Saudi mengatakan IPO dalam jumlah besar di New York, London, atau Hong Kong akan memicu risiko hukum terlalu banyak.

07 Juli 2018 03:39

Persiapan seputar rencana IPO (penjualan saham perdana) Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Arab Saudi, mandek. Kecemasan Aramco bakal mendapat pengawasan ketat dari publik menjadi alasan terbesar.

Inilah memicu keraguan bagi pemerintah Saudi untuk terus memproses rencana IPO. Karena itulah para pejabat Arab Saudi dan pihak-pihak terlibat dan mengetahui rencana ini meyakini IPO Aramco hampir pasti batal. "Semua orang hampir pasti IPO tidak akan pernah terjadi," kata seorang pejabat eksekutif Aramco kepada surat kabar the Wall Street Journal dilansir Kamis lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengumumkan rencana IPo Aramco ini dalam sebuah wawancara khusus dengan majalah Newsweek dua tahun lalu. Dia bilang IPO sebesar lima persen saham itu akan dilakoni pada pertengahan tahun ini.

Anak Raja Salman bin Abdul ini pun meyakini IPO Aramco itu dapat meraup dana sekitar US$ 100 miliar.

Seorang juru bicara Aramco menolak berkomentar. Perwakilan dan Kementerian Energi dan pemerintah Arab Saudi tidak mau menanggapi pertanyaan mengenai hal itu.

Aramco awal tahun ini mengundang sejumlah firma hukum ke Dubai, Uni Emirat Arab, untuk membahas rencana IPO. Namun kemudian Aramco mengatakan kepada mereka, tidak ada rencana untuk membikin keputussan segera soal IPO.

Para pejabat Saudi mengatakan IPO dalam jumlah besar di New York, London, atau Hong Kong akan memicu risiko hukum terlalu banyak. Sebab itulah, muncul rencana alternatif untuk IPO sedikit saja di Bursa Saham Saudi (Tadawul).

IPO Aramco ini telah menggaet ketertarikan perusahaan-perusahaan besar. Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pun terang-terangan membujuk Raja Salman agar IPO Aramco dilakoni di negara mereka.

Keputusan akhir jadi tidaknya IPO Aramco berada di tangan Pangeran Muhammad bin Salman.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Aramco batalkan rencana IPO

Pangeran Muhammad menjelaskan IPO itu tadinya direncanakan pada semester kedua tahun ini.

CEO Aramco Amin Nasir dan Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA) sekaligus CEO ADNOC Group Sultan Ahmad al-Jabir menandatangani perjanjian kerjasama untuk membangun kilang di Ratnagiri, India. (Arabian Business)

Aramco dan ADNOC patungan bangun kilang raksasa di India

Berkapasitas 1,2 juta liter sehari dan bernilai US$ 44 miliar.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Tiga alasan IPO Aramco bakal ditunda

IPO lima persen saham Aramco, merupakan inti dari Visi Saudi 2030 untuk mengembangkan perekonomian non-minyak, diprediksi bisa meraup dana US$ 100 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Sudan luncurkan tender sepuluh ladang minyak dan gas bulan depan

Sudan Februari lalu menyatakan cadangan minyaknya meningkat menjadi 165 juta barel setelah menguji sumur pertama di blok Rawat, berlokasi di antara Sudan dan Sudan Selatan.

20 November 2018

TERSOHOR