bisnis

Irak ambil alih proyek ladang gas Mansuriyah dan blok minyak Nasiriyah

Dalam setahun ke depan, Irak berencana menghasilkan gas alam hingga seratus juta kaki kubik sehari.

01 Agustus 2018 11:51

Melalui keterangan tertulis, Menteri Perminyakan Irak Jabar al-Luaibi kemarin memerintahkan perusahaan negara untuk mengembangkan proyek ladang gas Mansuriyah, berlokasi dekat dengan perbatasan Iran. 

Kebijakan ini diambil setelah sejumlah perusahaan asing menunda dan akhirnya batal mengerjakan pengembangan blok Mansuriyah. 

Pada 2011, Irak telah menandatangani kesepakatan dengan konsorsium internasional dipimpin oleh TPAO, perusahaan milik pemerintah Turki. Konsorsium ini juga mencakup Kogas (Korea Selatan) dan Kuwait Energy Company untuk melaksanakan proyek ladang gas terletak di Provinsi Diyala itu.

Pada September 2017, Luaibi meminta TPAO kembali beroperasi setelah menghentikan kegiatannya di blok Mansuriyah pada 2014 karena alasan keamanan. Ketika itu ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah menguasai sepertiga Irak. 

Namun TPAO juga memulai kegiatannya sampai sekarang. 

"Kami perlu memulai produksi gas dari Mansuriyah untuk memasok ke pembangkit-pembangkit listrik dan buat mengatasi kekurangan pasokan listrik," kata seorang pejabat Kementerian Permibyakan menjadi bagian dari tim memantau produksi gas Irak.

Dia menambahkan dalam setahun ke depan, Irak berencana menghasilkan gas alam hingga seratus juta kaki kubik sehari. Jumlah produksi ini bakal dinaikkan menjadi 325 juta kaki kubik gas per hari dalam beberapa tahun kemudian.

Juru bicara Kementerian Perminyakan Irak Asim Jihad mengakui dengan melibatkan perusahaan pemerintah dalam proyek gas Mansuriyah, bakal membantu memproduksi gas diperlukan oleh sebuah pembangkit listrik terdekat. Juga untuk mengurangi impor gas membebankan anggaran negara.

Kurangnya pasokan liatrik selama musim panas ini dan buruknya layanan pemerintah memicu unjuk rasa besar-besaran di selatan Irak, dihuni mayoritas penduduk bermazhab Syiah. 

Luaibi juga menginstruksikan dua perusahaan negara - Dhi Qar Oil Co. dan Drilling Co. - untuk mengerjakan proyek ladang minyak Nasiriyah di selatan Irak.

Negara Dua Sungai ini sudah menganggarkan US$ 140 juta buat meningkatkan produksi gas dari blok Nasiriyah, memiliki cadangan empat miliar barel minyak. Ladang Nasiriyah saat ini menghasilkan 90 ribu barel minyak sehari dan ingin dinaikkan menjadi 200 ribu barel per hari dala  setahun ke depan.

 

 

 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Hurriyet Daily News)

Turki akan boikot produk elektronik Amerika

Hubungan kedua negara memburuk lantaran Turki menahan Pastor Andrew Brunson dari Amerika sejak Oktober 2016.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.

Pesawat Saudi Arabian Airlines. (Gulf Business)

Saudia hentikan penerbangan ke Toronto

Kanada tetap mendesak Arab Saudi membebaskan para aktivis ditahan.

Kantor pusat Credit Suisse di Kota Zurich, Swiss. (Wikimedia Commons)

Credit Suisse ajukan izin buat beroperasi di Arab Saudi

Citigroup sudah mendapat izin beroperasi di Saudi pada April lalu dan Goldman Sachs memperoleh izin untuk perdagangan ekuitas sejak Agustus tahun lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Turki akan boikot produk elektronik Amerika

Hubungan kedua negara memburuk lantaran Turki menahan Pastor Andrew Brunson dari Amerika sejak Oktober 2016.

14 Agustus 2018

TERSOHOR