bisnis

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.

13 Agustus 2018 20:51

Iran akan menjual minyak dan gasnya dengan harga diskon kepada para konsumennya dari Asia, menjelang pemberlakukan sanksi ekonomi tahap kedua oleh Amerika Serikat.

Kantor berita resmi IRNA hari ini melaporkan seorang sumber terpercaya dalam Kementerian Perminyakan Iran mengungkapkan rencana itu, namun mereka tidak memberikan secara detail berapa potongan harga bakal diberikan. "Diskon adalah praktek wajar dilakukan semua eksportir minyak di pasar global," katanya.

National Iranian Oil Company (NIOC) dikabarkan akan menurunkan harga hingga harga terendah dalam 14 tahun terakhir untuk penjualan minyak ke Asia bulan depan.

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang. Ini merupakan sanksi ekonomi tahap kedua, diberlakukan lagi setelah Washington menarik diri dari kesepakatan soal nuklir Iran dicapai pada pertengahan 2015.

Beberapa negara utama pembeli minyak Iran, termasuk Cina dan India, memborong sekitar setengah dari total minyak Iran dijual di pasar global, menyatakan mereka tidak ingin mengurangi impor minyak dari negara Mullah itu.

Para analis memperkirakan penjualan minyak Iran akan turun 700 ribu barel sehari dari angka saat ini sebesar 2,3 juta barel per hari.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Produksi minyak Iran sudah kembali ke level sebelum terkena sanksi

Produksi minyak Iran di kuartal pertama tahun ini sebanyak 3,796 juta barel tiap hari, melonjak dibanding 3,741 juta barel sehari di kuartal pertama tahun lalu.

Ladang minyak Kish di Iran, ditemukan oleh National Iranian Oil Company pada 2006. (PEDEC)

Iran akan tingkatkan ekspor minyak ke Eropa hingga 60 persen dalam dua bulan

Iran menargetkan total produksi minyak 4,5 juta barel sehari pada 2022.

Ladang minyak Iran. (Mehr)

Iran tetapkan 29 perusahaan asing boleh ikut tender proyek minyak dan gas

British Petroleum mundur karena khawatir hubungan Amerika-Serikat-Iran kembali menegang setelah presiden terpilih Donald Trump dilantik pada 20 Januari ini.

Kantor pusat Naftiran Intertrade Company (NICO), perusahaan swasta asal Iran, di Swiss. (Daily Star)

Perusahaan swasta Iran akan pasok 150 ribu barel minyak sehari ke Indonesia

Nilai kontraknya US$ 5 miliar untuk jangka waktu 20 tahun.





comments powered by Disqus