bisnis

Arab Saudi diprediksi alami defisit 4,6 persen dari PDB

Secara empat tahun belakangan, 2015-2018, Arab Saudi mengalami defisit US$ 260 miliar.

26 Agustus 2018 08:21

IMF (Dana Moneter Internasional) memperkirakan Arab Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar 4,6 persen dari total produk domestik bruto (PDB).

Proyek defisit ini lebih kecil ketimbang defisit dialami negara Kabah itu tahun lalu, yakni sebesar 9,3 persen dari PDB. IMF memprediksi defisit Arab Saudi tahun depan mencapai 1,7 persen dari PDB.

Secara empat tahun belakangan, 2015-2018, Arab Saudi mengalami defisit US$ 260 miliar. IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini terkena defisit selama 2015-2020 lantaran anjloknya hafrga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Meski harga minyak dunia sudah kembali menguat, IMF memperingatkan Arab Saudi untuk tidak jor-joran dalam belanja negara dan untuk gaji pegawai negeri.

Di kuartal kedua tahun ini, pendapatan Arab Saudi melonjak 67 persen akibat kenaikan harga minyak global. Namun di periode sama, pengeluaran negara ini meroket 34 persen. 

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.





comments powered by Disqus