bisnis

Konglomerat Dubai desak UEA cabut blokir atas telepon WhatsApp

Warga UEA selama ini hanya bisa memakai pesan WhatsApp. Sedangkan untul layanan telepon suara dan video melalui aplikasi Botim dan C'Me, disediakan oleh operator Etisalat serta du.

09 September 2018 21:28

Konglomerat asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Khalaf Ahmad al-Habtur, meminta operator gtelepon di negaranya mencabut blokir atas layanan telepon WhatsApp.

Pendiri konglomerasi Al-Habtoor Group ini menyampaikan permintaan itu melalui rekaman video dia unggah ke akun Twitternya hari ini.

Dia menekankan penduduk seluruh dunia memiliki akses gratis atas telepon suara dan video melalui aplikasi WhatsApp. Namun sampai kini dua layanan itu masih dilarang di UEA.

Padahal, lanjut Al-Habtur, UEA ingin menjadi perintis dalam segala hal. "Telepon WhatsApp mestinya tidak diblokir  ketika semua orang di seluruh dunia dapat menggunakan," katanya. "Saya mendesak semua operator telekomunikasi di UEA untuk mencabut larangan itu."

Warga UEA selama ini hanya bisa memakai pesan WhatsApp. Sedangkan untul layanan telepon suara dan video melalui aplikasi Botim dan C'Me, disediakan oleh operator Etisalat serta du. 

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Arab News)

Bank sentral Saudi dan UEA akan bikin mata uang digital bersama

Mata uang digital diberi nama Abir itu rencananya keluar pada kuartal terakhir tahun ini.





comments powered by Disqus