bisnis

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

27 September 2018 22:51

Perusahaan konstruksi terbesar di Arab saudi, Saudi Binladin Group, telah mengalihkan puluhan ribu pekerjanya dari beragam proyek di seantero negara Kabah itu untuk membangun istana Raja Salman bin Abdul Aziz, berlokasi di kota raksasa Neom di tepi Laut Merah.

Langkah ini diambil lantaran pihak istana memberi batas waktu istana sudah harus siap pada 1 Agustus lalu. Raja Salman - biasanya menghabiskan liburan musim panas di luar negeri, akhir Juli lalu berlibur di Neom, kota impian tengah dalam proses pembangunan dan menelan anggaran US$ 500 miliar.

Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana mengungkapkan di neom bakal dibangun lima istana.

Sejumlah sumber bilang istana yang selesai awal bulan lalu itu mirip dengan istana Raja Salman, juga dibangun oleh Binladin Group dan terletak di Tangier, Maroko. Para pekerja Binladin Group bekerja siang malam selama 24 jam sehari.

Istana dibangun di Neom itu akan terdiri dari istana untuk Raja Salman, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, Pangeran Turki bin Salman, serta sejumlah vila bagi para pangeran lainnya. Komplkes istana megah ini akan dilengkapi taman bunga, tiga tempat pendaratan heliopter (helipad), sebuah dermaga, dan satu lapangan golf.   

Setelah Chairman Binladin Group Bakar Bin Ladin ditangkap atas tudingan korupsi pada November tahun lalu, sumber Albalad.co mengatakan pemerintah Arab saudi sudah mengambil alih Binladin group dan menguasai 35 persen saham.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Raja Salman lanjutkan program bantuan uang tunai bagi warganya

Program itu berlangsung sejak 1 Januari 2018. Tahun ini menghabiskan anggaran US$ 13,3 miliar.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.





comments powered by Disqus