bisnis

Perusahaan Cina dapat proyek bangun 26.658 rumah di Arab Saudi

Proyek itu bernilai US$ 3,9 miliar.

26 Oktober 2018 06:43

Dua perusahaan Cina mendapat proyek senilai US$ 3,9 miliar untuk membangun 26.658 rumah di Arab Saudi. Kementerian Perumahan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan dengan kedua perusahaan asal negara Panda itu, yakni Power China International group Limited dan Sani China.

Kesepakatan pertama senilai US$ 2,7 miliar dengan Power China untuk membangun 17 ribu rumah di Provinsi Al-Ahsa. Proyek ini direncanakan rampung dalam enam tahun. Proyek ini merupakan bagian dari pembangunan kawasan Dhahiat al-Asfar di atas lahan seluas sepuluh juta meter persegi.

Kesepakatan kedua dengan Sani China bernilai US$ 1,2 miliar untuk membangun 9.658 rumah di Kota Jeddah. Dalam proyek ini, Sani China bakal bermitra dengan perusahaan lokal Amreya Real Estate Investment Company.

Dua kesepakatan itu diteken di sela berlangsungnya konferensi bertema Inisiatif Investasi Masa Depan, berlangsung di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, selama 23-25 Oktober 2018.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Banjir peminat, nilai tawaran atas saham Aramco sudah capai angka Rp 624 triliun

IPO Aramco akan dilakukan pada 11 Desember di Bursa Saham Saudi (Tadawul).

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

3,7 juta orang berkomitmen beli 1,02 miliar saham Aramco

IPO ini akan melepaskan 1,5 persen saham Aramco di Bursa Saham Saudi (Tadawul) bulan depan. Dari jumlah itu, 0,5 persen bagi investor ritel dan sisanya buat investor institusional. 

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Saudi paksa para konglomerat berinvestasi di Aramco

Aramco akan melepas hingga tiga miliar lembar saham (1,5 persen dari total saham) dan diperkirakan dapat meraup dana segar US$ 25,9 miliar. 

Ali Khamenei (kiri) saat Perang Iran-Irak. (Wikipedia)

Khamenei setujui kenaikan harga bensin sebesar 50 persen meski diprotes rakyat Iran

Kendaraan pribadi hanya mendapat jatah bensin 60 liter sebulan dengan harga naik 50 persen menjadi 15 ribu rial (US$ 0,15) per liter. Kalau membeli lagi melebihi kuota kena tambahan harga 30 ribu rial (US$ 0,26) tiap liternya.





comments powered by Disqus