bisnis

Muhammadiyah desak Amerika cabut sanksi ekonomi terhadap Iran

Sanksi itu juga dapat berdampak terhadap negara-negara lain.

06 November 2018 08:56

Muhammadiyah mengecam dan sangat  menyesalkan tindakan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi di sektor perminyakan dan perbankan kepada Iran.

Dalam keterangan tertulis diterima Albalad.co hari ini, Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menuntut meminta Amerika untuk tidak bersikap arogan dan hanya mementingkan kepentingan politik dan ekonomi negaranya sendiri, tanpa menghiraukan kepentingan politik dan ekonomi negara-negara lain, negara berkembang dan terbelakang.

Dia menjelaskan tindakan Amerika ingin memotong penjualan minyak Iran sampai ke titik nol ini jelas sangat berbahaya, meski Amerika mengecualikan untuk delapan negara importir, termasuk Cina, India, Korea Selatan, Turki dan Jepang.

"Agar kehidupan dunia tetap tenang, damai, dan dinamis, Muhammadiyah meminta Amerika untuk mencabut sanksi ekonomi kepada Iran agar stabilitas ekonomi dunia tetap terjaga dan terpelihara," kata Anwar.

Sanksi ekonomi atas Iran itu berlaku sejak kemarin. Departemen Keuangan Amerika memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 700 individu, entitas, pesawat, dan kapal Iran. Ini termasuk 50 bank, lebih dari 200 warga dan kapal Iran, maskapai Iran Air beserta 65 armadanya.

Anwar menegaskan sanksi itu akan sangat berdampak buruk dan mengganggu perekonomian global. Dia menduga Iran sebagai negara berdaulat tidak akan tinggal diam dan akan melawan sanksi itu, seperti sudah dikatakan oleh Presiden Hasan Rouhani.

Alhasil, menurut dia, bakal pecah perang dagang antara kedua negara juga dapat mengganggu negara-negara lain.

Wartawan Jamal Khashoggi. (Twitter/mercan_resifi)

17 warga Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi kena sanksi Amerika

Termasuk mantan penasihat Pangeran Muhammad bin Salman.

Fasilitas milik NIOC (Perusahaan Minyak Nasional Iran). (Iran Daily)

Penjualan minyak Iran ke Eropa sudah lebih dari 300 ribu barel

Total sudah teken kontrak, Eni dan Saras segera menyusul.

Kabin pesawat ATR 72-600. (airteamimages.com)

Iran Air teken kontrak beli 20 pesawat lagi

Kontrak pembelian 20 ATR 72-600 itu senilai US$ 1,089 miliar.

Gedung Bank Sentral Iran di Ibu Kota Teheran, Iran. (en.trend.az)

Aset Iran di luar negeri senilai US$ 100 miliar telah dicairkan

Sembilan bank Iran kini sudah tersambung dengan SWIFT, sistem keuangan Eropa berpusat di Belgia.





comments powered by Disqus