bisnis

Arab Saudi targetkan pendapatan US$ 64 miliar dari sektor tambang pada 2030

Nilai cadangan sumber daya mineral Arab Saudi lebih dari US$ 1 triliun.

26 November 2018 20:34

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih hari ini bilang negaranya menargetkan pendapatan US$ 64 miliar dari sektor pertambangan pada 2030. Devisa Saudi dari bidang itu saat ini sekitar US$ 17 miliar.

Negara Kabah itu memiliki cadangan bauksit, fosfat, emas, tembaga, dan uranium dalam jumlah besar. Ini menjadi kunci untuk diversifikasi ekonomi sehingga tidak lagi mengandalkan minyak dan gas.

Kepada peserta konferensi pertambangan di Ibu Kota Kairo, Mesir, Falih mengungkapkan nilai cadangan sumber daya mineral Arab Saudi lebih dari US$ 1 triliun.

"Kami berusaha mengembangkan sektor pertambangan melalui pelaksanaan sebuah strategi menyeluruh ... dan meningkatkan pendapatan dari US$ 17 miliar menjadi US$ 64 miliar, dengan tambahan 160 ribu lapangan kerja pada 2030," katanya.

Dia menambahkan proyek diresmikan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pekan lalu, akan segera membikin negara Kabah itu menjadi penghasil fosfat terbesar kedua di dunia.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi berharap IPO Aramco jadi dilaksanakan tahun depan

OPEC menyetujui kenaikan produksi sekitar satu juta barel per hari mulai bulan depan.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arabian Business)

IPO Aramco mungkin ditunda jadi tahun depan

"London selalu menjadi tujuan menarik bagi modal dari seluruh dunia," kata Khalid al-Falih.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

IPO Aramco dijadwalkan tahun depan

Waktu pelaksanaan IPO bergantung pada kondisi pasar, jumlah saham akan dilepas, dan pengambilalihan Aramco atas mayoritas saham perusahaan petrokimia SABIC dari PIF (Dana Investasi Pemerintah).

16 Juni 2019

TERSOHOR